Peristiwa

Gara-gara Ini, 6 Orang di Banyuwangi Meninggal Beruntun dan 62 lainnya Diisolasi

Banyuwangi (beritajatim.com) – Covid 19 di Banyuwangi betul belum usai. Terbaru, buktinya ada 6 warga Dusun Yudomulyo, Desa Ringintelu, Kecamatan Bangorejo meninggal dunia. Hasil pemeriksaan, semua dari mereka positif corona.

Kejadian ini sangat mencengangkan bagi semua pihak. Pasalnya terjadi saat tepat di Bulan Suci Ramadan.

Pastinya banyak warga muslim dari seluruh penjuru daerah ini menyambutnya gembira. Tapi, lantas gembira yang berujung duka karena dari ibadah mereka justru muncul klaster baru penularan Covid 19.

Tentu tak akan menyalahkan soal prosesi ibadah mereka. Tapi, bisa jadi tingkat kedisiplinan warga lengah karena menganggap pandemi virus dari China ini usai.

Benar saja, saat ibadah malam salat tarawih di Musala Baitul Amin, Dusun Yudomulyo, Desa Ringintelu terdapat jamaah yang tiba-tiba sakit. Dia adalah seorang pengurus musala setempat.

Sempat dilakukan perawatan di rumah sakit, akhirnya pasien meninggal. Kejadian ini terjadi pada 27 April lalu.

Begitu kejadian awal berlalu, menyusul kejadian berikutnya pada keesokan harinya. Satu warga lagi meninggal dunia. Mereka adalah tetangga yang berada pada satu jamaah yang sama.

Demikian seterusnya hingga enam hari berturut-turut. Warga kemudian was-was, bahkan ada cerita miris karena tetangga takut turut memakamkan jenazah para korban.

Situasi benar mencekam, warga diminta tidak keluar rumah. Membatasi diri untuk bersosialisasi bersama warga lain, hingga melakukan pembatasan aktivitas di daerah itu. Bahkan, musala yang menjadi tempat ibadah ditutup sementara sejak 1 Mei 2021.

Pihak Satuan Tugas Covid 19 kecamatan dan desa setempat bergerak melakukan sosialisasi. Bahkan melakukan pembersihan seluruh kawasan tempat tinggal warga serta tempat ibadah dengan menggunakan cairan disinfektan.

Kepolisian Sektor Bangorejo bersama TNI dan warga berpatroli setiap malam memastikan kegiatan isolasi dan pembatasan aktivitas berjalan lancar dan aman. Pihak desa juga mengimbau warganya agar tetap tenang.

Hingga kini tracing terhadap warga yang kontak erat dengan korban terus dilakukan. Hasilnya, dari 300 an lebih warga petugas mendapat hasil 62 di antaranya dinyatakan positif terpapar Covid 19.

Bahkan pemeriksaan juga berlangsung dan meluas hingga ke dua dusun lain di desa setempat. Dari dua dusun itu juga terdapat warga yang positif.

“Ya ada beberapa, tapi tidak banyak seperti di Dusun Yudomulyo ini,” ujar Kepala Desa Ringintelu, Budi Santoso saat diwawancarai.

Hasil penelusuran, dari mana asal muasal virus ini datang menjangkit warga? Banyak spekulasi dan pernyataan yang memang belum bisa dibuktikan.

Dari pihak Satgas Covid 19 Kabupaten Banyuwangi menyebut, Covid 19 di daerah ini memang telah lama menyebar. Jadi bisa saja menyebar atau menularkan dari satu warga ke warga lainnya.

“Banyuwangi ini sejak lama sudah menjadi daerah dengan penularan transmisi lokal, jadi bisa saja dari warga di situ atau yang lain,” terang Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi dr. Widji Lestariono.

Tapi, dari pernyataan Kepala Desa Ringintelu berbeda. Meskipun sama juga belum bisa dipastikan keakuratannya.

“Memang ada warga yang datang dari luar. Saat diperjalanan yang bersangkutan dinyatakan positif. Kemudian pulang tanpa pemberitahuan atau lapor ke desa. Lalu dia ikut tarawih di sini. Lalu terjadi kasus ini,” terangnya.

Itu semua hanya kemungkinan yang diprediksi dari dua pejabat. Tentunya jika menilik dari pernyataan keduanya perlu adanya pembuktian yang akurat. Misal dari medis maupun dari indikator pendukung lain.

Kemungkinan lain, dari sejumlah warga yang meninggal memang saat ibadah kurang disiplin protokol kesehatan. Mereka tidak memakai masker saat beraktivitas.
Hal ini dibenarkan oleh kepala desa setempat.

“Selain memang mereka berusia lanjut, dan memiliki penyakit bawaan,” kata Budi

“Ya memamg ada penyakit bawaan. Ya pokoknya ada (tidak berkenan menyebutkan),” timpal dr. Rio yang juga Jubir Satgas Covid 19 Banyuwangi ini.

Pihak Satgas masing-masing menyerukan untuk tetap menjaga dan disiplin protokol kesehatan. Jangan lengah karena keadaan yang dianggap punah.

“Kami tidak henti-hentinya menyampaikan paling utama adalah penerapan 3 M, rutin mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker. Apalagi ini Ramadan dan hari raya, kita tidak mau ada klaster baru atau temuan angka positif lagi pasca ini,” pungkasnya.

Saat ini, Dusun Yudomulyo khususnya dan Desa Ringintelu umumnya ditetapkan sebagai daerah zona merah penyebaran Covid 19. Pembatasan aktivitas dan kegiatan dengan syarat berlaku. (rin/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar