Peristiwa

Gangguan PLN di Banyuates Sampang Akibat Layang-layang

Sampang (beritajatim.com) – Selama dua hari terakhir, jaringan arus listrik di wilayah Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Madura mengalami gangguan dan memicu adanya keluhan dari para pelangan Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang merasa dirugikan.

Pasalnya, gangguan listrik tersebut menghambat kegiatan yang memerlukan lampu penerangan dan pelangan harus mengeluarkan biaya tambahan untuk menyewa ganset.

“Dua hari jaringan listrik tidak stabil, hidup lalu mati lagi, padahal ada warga yang hendak melaksanakan tahlil. Karena khawatir menganggu kegiatan pengajian, maka tuan rumah menyewa jasa penerangan,” kata Yusuf (40) warga Desa Montor, Kecamatan Banyuates, Sabtu (22/8/2020).

Hal senada juga dikatakan oleh Alex warga Banyuates lainya, jika gangguan jaringan listrik di wilayahnya melebihi batas kewajaran. Sebagai pelangan pihaknya merasa merugi dengan kejadian tersebut.

“Kami berharap pihak PLN semakin baik dalam memberikan pelayanan kepada pelangan,” harapnya.

Terpisah, Manager PLN ULP Ketapang, Zulfikar Eka Tita saat dikonfirmasi tentang gangguan jaringan di wilayah Banyuates. Pihaknya tidak mengelak dan menjelaskan bahwa penyebab gangguan itu karena benang layang-layang.

Logo Perusahaan Listrik Negara (PLN)

“Ia mas penyebab padam lampu di Kecamatan Banyuates yaitu akibat benang layangan yang menyentuh jaringan seperti di Desa Trapang Dusun Duwek Buter, Desa Morbatoh Dusun Tejeteh,” jelasnya.

Masih kata Zulfikar, benang basah bisa menjadikan penghantar arus listrik. Maka pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar saling memahami dan menghindari kabal tegangan tinggi saat bermain layang-layang.

“Yang terpenting adalah kesadaran masyarakat sendiri agar menjauh dari kabel PLN saat bermain layangan. Agar tidak merugikan warga lainya,” tandasnya.[sar/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar