Peristiwa

Galian C Selomalang Berpotensi Konflik Sosial, Polres Mojokerto Lakukan Ini

Proses mediasi antara warga Desa Lebak Jabung dengan pemilik izin tambang galian C, CV Sumber Rezeki yang digelar di Pendopo Kecamatan Jatirejo, Kamis (30/1/2020) petang. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Polres Mojokerto menggelar mediasi antara warga masyarakat Desa Lebak Jabung, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto dengan pemilik izin tambang galian C, CV Sumber Rezeki. Mediasi dilakukan sebagai upaya preventif karena galian C tersebut berpotensi menciptakan konflik sosial.

Mediasi digelar di Pendopo Kecamatan Jatirejo, Kamis (30/1/2020) petang. Mediasi dengan untuk mempertemukan warga desa setempat dengan pemilik galian C guna mencari solusi antara kedua belah pihak terkait permasalahan konflik galian C yang berada di wilayah hukum Polres Mojokerto.

Dalam proses mediasi itu dihadiri oleh instansi terkait dari Provinsi Jatim, Pemkab Mojokerto, Kodim 0815 Mojokerto dan Polres Mojokerto, sebagai bukti konkrit Polres Mojokerto menampung keluhan warga terkait proses penambangan di desa yang berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Jombang tersebut.

Kabag Ops Polres Mojokerto Kompol Harna mengatakan, hasil mediasi izin tambang sudah keluar terlebih dahulu sebelum terjadi penolakan warga atas adanya proses galian C di Desa Lebak Jabung. “Kami berharap kepada Kepala Desa Lebak Jabung untuk menyampaikan kepada warganya,” ungkapnya.

Yakni terkait fakta jika izin tambang CV Sumber Rezeki sehingga situasi situasi harkamtibmas tetap kondusif di wilayah Desa Lebak Jabung. Polres Mojokerto akan menjamin keamanan dan akan menampung keluhan warga apabila merasa dirugikan dengan adanya penambangan galian C agar situasi kondusif.

“Polres Mojokerto sebagai pengemban tugas dan tanggung jawab dalam hal pemeliharaan kemananan dan ketertiban masyarakat serta memberikan jaminan keamanan bagi warga masyarakat Mojokerto, memastikan setiap kegiatan masyarakat berjalan dengan aman,” katanya.

Masih kata Kabag Ops, hal tersebut juga sudah menjadi tanggung jawab Polri dalam hal ini Polres Mojokerto untuk memberikan rasa aman dalam upaya pemeliharaan kemanan dan ketertiban masyarakat termasuk permasalahan yang terjadi di Desa Lebak Jabung terkait galian C.

“Hasil mediasi, secara prosedural dan telah melalui mekanisme yang ada. Sebagai pelaku usaha pertambangan galian C yang ada di Desa Lebak Jabung yaitu CV Sumber Rejeki telah memiliki rekom ijin IUP dan ijin eksplorasi, yang dapat dipertanggung jawabkan legalitasnya,” jelasnya.

Sehingga Kepala Desa (Kades) diharapkan untuk menjaga kondusif warga Desa Lebak Jabung yakni antara warga dengan penambang agar tidak memicu konflik horisontal yang berkelanjutan. Kades juga diminta untuk memberikan pemahaman kepada tiga yang berangkat ke Jakarta, yakni Ahmad Yani (45), Sugiantoro (31) dan Heru Prasetyo (26).

“Pemilik CV Sumber Rejeki siap memberikan kompensasi dan diserahkan kepada kas desa terkait aktivitas penambangan di Desa Lebak Jabung. Dan segera laporkan ke Polres Mojokerto apabila ada diantara warga yang merasa dirugikan dengan adanya penambangan galian C di Desa Lebak Jabung,” tegasnya.

Menurutnya, Polres Mojokerto sebagai institusi Polri berada di tengah melakukan mediasi untuk mempertemukan kedua belah pihak guna mencari solusi terbaik dan menjamin terwujudnya Harkamtibmas di wilayah Kabupaten Mojokerto. [tin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar