Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Gajian Dicicil, Karyawan PT KSS Indo Apparel Magetan Kembali Curhat

Kawasan PT KSS Indo Apparel yang jam kerjanya dikeluhkan karyawan lantaran melebihi delapan jam dan tak ada uang lembur.

Magetan (beritajatim.com) – Karyawan PT KSS Indo Apparel kembali curhat. Jika bulan lalu gaji dibayar terlambat sekitar empat hari, kini gaji tak hanya terlambat lima hari tapi juga dicicil.

Untuk gaji bulan April mereka baru mendapatkan gaji Rp150 ribu dari seharusnya sekitar Rp1,9 juta. Padahal, mereka harus melakukan pekerjaan menjahit, mengobras, hingga melakukan permak selama delapan jam kerja.

Salah satu karyawan PT KSS Indo Apparel sebut saja X mengungkapkan kalau mereka seharusnya gajian pada tanggal 15 Mei 2022.

Namun, karena hari itu Minggu dan keesokan harinya Libur Waisak maka mereka mengharap gaji dibayarkan pada 17 Mei 2022. Namun, yang terjadi hingga tanggal itu mereka tak mendapatkan transferan gaji.

Kemudian, X mendapat kabar jika gaji bakal diberikan pada Kamis, 19 Mei 2022. Namun, mereka kembali mendapatkan harapan palsu dari manajemen. Pengumuman kembali didapat dan kabarnya gaji diberikan pada Jumat, 20 Mei 2022. Tak dibayar kontan, melainkan gaji dicicil merata untuk 984 pegawai dengan nomina Rp150 ribu.

”Kami harus bagaimana? Padahal kami sudah bekerja penuh. Dan bahkan bekerja sampai lewat jam kerja meski tidak dihitung lembur. Saat kami mencoba menanyakan tentang soal kepastian gaji pada Kamis (19/5/2022) tidak ada jawaban tegas dari manajemen. Tapi, malam harinya kami dapat kabar kalau Jumat (20/5/2022) baru akan dibayar Rp150 ribu, dan ternyata benar,” kata X, Jumat (23/5/2022)

X menyebut jika awalnya manajemen tak menyebutkan kapan sisa gaji akan dibayarkan. Hingga, Minggu (22/5/2022) gaji kembali dicicil dengan nominal Rp300 ribu yang akan dibayarkan pada Senin (23/5/2022) Mereka hanya bisa menunggu hingga gaji itu akan dibayarkan. Namun, masih belum tahu kapan gaji mereka tuntas dibayar penuh.

”Kami bingung mau mengadu ke siapa. Ke pihak manajemen jelas tidak mungkin karena pasti akan diminta keluar jika kami banyak protes terkait gaji. Mau mengadu ke Dinas Tenaga Kerja Magetan malah lebih takut lagi karena pasti nama kami terancam masuk daftar hitam dan akan kesulitan mencari kerja,” kata X.

Tak hanya X, satu lagi karyawan PT KSS Indo Apparel yakni Z mencurahkan perasaannya. Bahkan, sempat menduga-duga apakah pabrik tempatnya bekerja kesulitan memasarkan produk hingga berimbas pada penggajian karyawan.

”Tapi, kami karyawan apalagi bagian produksi kan tidak tahu menahu bagaimana terkait pemasarannya. Sudah ada petugas sendiri apalagi ini tujuannya ekspor. Manajemen yang paling paham soal ini. Apa kami harus ikut memikirkan soal itu? Yang kami tahu kami kerja gajian sesuai waktu yang ditentukan,” katanya Z.

Namun, dia tak bisa banyak bicara karena takut. Dia juga takut jika mengeluhkan hal ini ke pejabat Pemkab Magetan terlebih dinas tenaga kerja. Dia takut namanya dapat blacklist jika sampai dia ketahuan oleh perusahaan jika wadul ke dinas atau bahkan melakukan demo.

”Pengalaman rekan saya yang dulu bekerja di PT BIK atau pabrik sebelum PT KSS Indo Apparel ini, dia sempat ikut demo saat gajian telat dibayar sebulan di tahun 2020 lalu. Nama dia sudah diblacklist oleh PT KSS ini karena dia ikut demo. Mayoritas SDM yang ada di manajemen orangnya sama meski ada yang geser posisi atau ada karyawan baru,” kata Z.

Dia hanya bisa pasrah dan mengeluh karena hasil jerih payahnya selama bekerja di bulan April 2022 tak kunjung dibayarkan penuh. Padahal, mereka memiliki tanggungan kebutuhan hidup, kebutuhan sekolah anak, dan lain sebagainnya.

”Kami masih butuh pekerjaan, tapi kami tidak bisa jika terus diberi harapan palsu seperti ini. Kami paham kami butuh perusahaan dan perusahaan juga butuh kami para pekerja. Tapi, komitmen untuk menjaga hubungan saling membutuhkan ini mana? Gaji saja tidak jelas. Kami bingung harus bagaimana,” katanya.

Sementara itu, HRD PT KSS Indo Apparel Ita Yuliani tetap bungkam seperti sebelumnya. Dan tak ada pihak PT KSS Indo Apparel yang mau memberikan klarifikasi terhadap keluhan dari karyawan. (fiq/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar