Peristiwa

Gadis Pembuang Bayi ke Sumur Ternyata Korban Persetubuhan Kakek Usia 60 Tahun

Kakek berusian 60 tahun yang menghamili korban di bawah umur

Banyuwangi (beritajatim.com) – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyuwangi berhasil mengungkap kasus pembuangan bayi di tempat praktik dokter di Kecamatan Kabat. Dugaan mengarah pada seorang gadis muda masih berusia 14 tahun.

Pengungkapan kasus ini tidak membutuhkan waktu lama pasca kejadian penemuan bayi. Polisi butuh waktu 6 jam setelah adanya laporan. “Yang bersangkutan saat ini sudah kita amankan. Dan masih mendapat perawatan pasca melahirkan,” kata Kapolresta Banyuwangi AKBP Nasrun Pasaribu, Jumat (10/9/2021).

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa jenazah bayi berjenis kelamin laki-laki. Saat lahir, usia kandungan gadis belia tersebut diperkirakan masih 8 bulan. “Pemeriksaan sementara pelaku membuang bayi itu lantaran panik. Belum bisa berpikir logis atas tragedi ini,” katanya.

Tak berhenti di sini, dalam waktu yang hampir bersamaan Polisi juga berhasil mengungkap identitas bapak dari bayi tersebut. Polisi menangkap seorang kakek berusia 60 tahun berinisial S. Dia adalah pria yang beralamat di Desa Sukojati, Kecamatan Blimbingsari.

“Dari kasus pembuangan bayi ini kita menemukan kasus baru. Yakni persetubuhan anak di bawah umur oleh pelaku S. Pelaku pembuangan bayi ini merupakan korban dari persetubuhan anak di bawah umur hingga hamil dan melahirkan. Kemudian sang bayi dibuang ke dalam sumur,” ungkap Nasrun.

Keberhasilan mengungkap pelaku persetubuhan hingga berujung hamil dan pembuangan bayi ini tidak lain berkat pengakuan ibu bayi. Secara gamblang, gadis di bawah umur itu menyebut S bapak dari anaknya itu.

“Berdasarkan pengakuan, awal persetubuhan itu dilakukan pada April 2021. Hingga akhirnya korban hamil dan melahirkan pada hari ini, saat usia kehamilan 8 bulan,” katanya.

Polisi mendapati adanya unsur pemaksaan sebelum terjadi persetubuhan itu. Bahkan, sang gadis diduga diancam dan diiming-imingi sejumlah uang. “Dilakukan saat rumah sang gadis sepi, tidak orang tuannya. Sehingga mengakibatkan hamil dan melahirkan,” imbuh Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi, AKP Mustijat Priyambodo.

Sebenarnya, sempat curiga bapak dari bayi adalah pria yang mengantar ke dokter itu. Namun dugaan salah, karena pria itu ternyata adalah paman dari sang gadis. “Diantar pamannya. Korban mengaku sakit perut. Ada curiga karena selalu pakai baju kombor (longgar),” tambahnya.

Kini, kasus telah selesai diungkap. Baik pelaku pembuang bayi maupun bapak bayi berhasil ditangkap. Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 81 Ayat 1 dan 2 Undang-undang perlindungan anak. Pelaku diancam dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara. [rin/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar