Peristiwa

Forkopimda Gresik Sidak, Pastikan Semua Gereja Taat Prokes

Gresik (beritajatim.com) – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Gresik melakukan inpeksi mendadak atau sidak di dua gereja terbesar. Keduanya adalah Gereja Kristen Indonesia (GKI) dan Gereja St Perawan Maria.

Di dua tempat ibadah tersebut, Forkopimda yang dipimpin Bupati Sambari Halim Radianto, didampingi Dandim 0817 Letkol Inf Taufik Ismail, Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, Kepala Pengadilan Negeri Fransiscus Arkadeus Ruwe, dan Kepala Kantor Kemenag Gresik Markus. Mengecek seluruh ruangan gereja.

Dimulai dari Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jalan Wahidin SH, Bupati Sambari memeriksa satu persatu kesiapan pelaksanaan natal. Mulai dari cara jamaah masuk hingga protokol kesehatan.

Di GKI, pengelola memastikan jamaah yang hadir hanya yang sudah mendaftar sebelumnya. Yakni 70 jamaah. Jika ada jemaah dari luar daerah tentunya akan melalui pemeriksaan ketat. Sebab, di setiap gereja sudah siaga jajaran TNI/Polri serta Satpol PP.

Sebelum memasuki halaman, Jemaah diarahkan menggunakan jalur yang sudah tersedia. Ada sejumlah tempat cuci tangan serta meja pemeriksaan prokes. Jajaran Forkopimda juga masuk ke ruangan gereja. Disana di periksa tempat duduk hingga akses keluar masuk.

Perwakilan GKI Gresik, Joko Pratomo menuturkan baik misa tanggal 24 dan 25 dipastikan tidak ada perayaan. Jadi hanya murni pelaksanaan ibadah saja.

“Jamaah hanya diperbolehkan satu jam di dalam gereja. Hanya melakukan ibadah tidak ada perayaan seperti tahun sebelumnya. Untuk besok (hari ini,red) jamaah tidak sampai 100 orang,” tuturnya, Kamis (24/12/2020).

Di tempat Gereja St Perawan Maria di Jalan Arif Rahman Hakim. Jajaran Forkopimda memeriksa satu persatu keamanan hingga prokes. Jamaah yang diperbolehkan datang hanya 25 persen dari total jamaah gereja.

Bupatii Sambari mengatakan, proses sterilisasi itu dalam rangka menyambut sekaligus menghormati perayaan natal. Tentunya yang terpenting keamanan.

“Kami ingin ibadah natal bisa aman dan nyaman. Kalau ada kendala kami minta segera lapor dan kami akan segera tindak lanjuti,” katanya.

Sementara, Kapolres Gresik AKBP Arif Fitriyanto mengatakan, pihaknya bersama TNI konsentrasi penuh memberikan keamanan untuk pelaksanaan natal dan tahun baru. Bahkan, tata cara mulai dari siapa yang bisa masuk, bagaimana cara masuk gereja sudah diatur betul.

“Tidak hanya TNI/Polri tapi juga ormas ormas yang suka rela membantu proses kemanan natal. Kami sangat berterima kasih,” katanya.

Alumni Akpol 2001 itu menambahkan, petugas gereja pasti hafal dengan para jamaahnya. Karena memang sudah tetap. Karena itu apabila terdapat jamaah dari luar gereja, bakal melalui pemeriksaan ketat.

“Petugas yang berjaga di gereja wajib melakukan pemeriksaan identitas hingga barang bawaah. Kami sudah siagakan 2.500 personil di seluruh gereja,” imbuhnya. [dny/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar