Peristiwa

Fenomena Ribuan Ikan Mati Mendadak di Telaga Ngebel Ponorogo

Seorang pembudidaya sedang mengangkat ikan-ikannya yang mati secara mendadak di Telaga Ngebel. (Foto/Istimewa)

Ponorogo (beritajatim.com) – Fenomena ikan yang dibudidayakan di keramba di Telaga Ngebel  Ponorogo mati secara mendadak kembali terjadi.

Ribuan ikan yang mayoritas jenis ikan nila ini mati mendadak sejak Minggu (1/1) malam. Ikan yang dibudidaya ini merupakan milik warga sekitar Telaga Ngebel.

Akibat kejadian ini, dipastikan setiap warga yang melakukan budidaya ikan di Telaga Ngebel ini merugi jutaan. Kuat dugaan matinya ikan secara mendadak ini, akibat dari bercampurnya air Telaga Ngebel dengan belerang.

“Belerangnya mungkin naik, yang menyebabkan ikan-ikan ini mati. Terjadi sejak Senin (1/1) malam kemarin,” kata salah satu pembudidaya ikan nila di Telaga Ngebel, Yusdianto, Selasa (3/1/2023).

Kebanyakan ikan yang mati mendadak merupakan ikan yang sudah siap konsumsi. Warga yang terdampak ini pun cuma bisa pasrah, dan harus merugi jutaan rupiah. Mereka akhirnya mengangkat ikan yang mati mendadak dan selanjutnya dikubur.

“Ya ada yang belum mati, tapi jumlahnya sedikit. Banyak yang mati,” katanya.

Untuk ikan yang masih hidup, kata Yusdianto yang ukuran kecil tetap dibiarkan di keramba. Sementara untuk ikan yang besar  langsung dinaikkan untuk segera dijual. Ikan yang mati memang harus dikubur, sebab sudah tidak bisa dikonsumsi, karena sudah berbau.

“Yang mati diangkat dan dikubur, sebab sudah tidak layak konsumsi, karena sudah berbau,” pungkasnya.

Fenomena ikan mati secara mendadak di Telaga Ngebel juga terjadi pada bulan Februari tahun lalu. Arsip dari beritajatim.com menyebutkan bahwa ribuan ikan nila juga mati mendadak.

Salah satu pembudidaya Joko Prayitno, waktu itu mengaku dirinya merugi hingga 2 ton. Kalau diuangkan sekitar Rp 50 juta. Fenomena naiknya belerang ini, kata Joko sebenarnya setiap tahun terjadi. Biasanya berkisar dari bulan Juli hingga Agustus. Dirinya dan petani lainnya kaget ternyata naiknya belerang maju hingga bulan Februari.

“Yang mati ini ya ikan siap panen, belum sampai di panen sudah mati duluan,” katanya.

Joko menyebut sebagian besar yang mati mendadak ini adalah ikan Nila. Untuk ikan Lele maupun Gurami cukup tahan dengan fenomena air yang bercampur belerang ini. Sehingga yang mati tidak sebanyak ikan Nila.

“Primadona di Telaga Ngebel ini ya nila bakarnya, jadi petani banyak yang membudidaya ikan nila. Ikan lele dan gurami jumlahnya sedikit,” pungkasnya. (end/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar