Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Evaluasi Setahun Pemerintahan Bupati Sumenep, Mahasiswa Tidur Telentang di Jalan

Unjuk tidur telentang PMII saat unjuk rasa ke Pemkab Sumenep (foto : Temmy P)

Sumenep (beritajatim.com) – Puluhan mahasiswa yang mengibarkan bendera PMII Universitas Wiraraja (Unija) Sumenep berunjuk rasa di depan Pemkab setempat, Senin (01/11/2021). Mereka mengkritisi setahun kepemimpinan Bupati Sumenep, Ach. Fauzi.

Sambil berorasi, mereka juga membentangkan poster-poster bertuliskan protes dan sindiran-sindiran. Diantaranya, ‘Selamat hari jadi investor, selamat hari jadi pengangguran, selamat hari jadi kemiskinan’, ‘Tangani banjir, tolak investor nakal’.

Korlap Aksi, Safid Ahmadi mengatakan, hingga saat ini, pemerintah dianggap belum mewujudkan keadilan dan kesejahteraan pada rakyat Sumenep. “Bismillah melayani hanya slogan. Setahun pemerintahan, masih berkutat dengan janji-janji kosong,” tandasnya.

Mahasiswa menyoroti angka kemiskinan di Sumenep yang masih cukup tinggi. Berdasarkan data pada Badan Pusat Statistik (BPS), hingga akhir 2020 angka pengangguran mencapai 18.952 atau 2,84 persen dari total angkatan kerja 666.441 orang. “Ini menunjukkan ketidakmampuan pemerintah untuk mengatasi persoalan-persoalan kemiskinan,” tandas Safid.

Para mahasiswa itu kemudian menggelar aksi teaterikal dengan tidur telentang di jalan depan Pemkab Sumenep. Sebagian lagi menaburkan bunga pada sedang telentang. Aksi itu merupakan simbol ketidakmampuan pemerintah mengatasi persoalan-persoalan.

Para mahasiswa kemudian menyerukan empat tuntutan. Diantaranya, tolak investor ‘nakal’ yang hanya mengeksploitasi kekayaan Sumenep, kemudian tangani banjir secara serius dengan memperhatikan infrastruktur dan tata ruang. “Kami juga menuntut agar hukum bisa ditegakkan. Tuntaskan kasus dugaan korupsi gedung Dinkes. Selain itu, tuntaskan kemiskinan dan pengangguran di Sumenep,” ucapnya.

Aksi mahasiswa tersebut mendapat pengamanan ketat aparat kepolisian. Bahkan kawat berduri dipasang di sepanjang depan gedung Pemkab Sumenep. (tem/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar