Peristiwa

Evakuasi Korban Longsor Nganjuk Selama 14 Hari

Nganjuk (beritajatim.com) – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Nganjuk Nafhan Tohawi mengatakan, proses evakuasi terhadap korban tanah longsor di Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Nganjuk akan dilakukan selama 14 hari ke depan. Sementara itu, sampai saat ini baru dua orang korban yang berhasil ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa.

“Evakuasi akan dilakukan selama 14 hari, kita melakukan evakuasi korban dan tindak lanjut upaya relokasi rumah yang tertimbun atau roboh,” kata Nafhan Tohawi kepada beritajatim.com, Senin (15/2/2021).

Data BPBD Nganjuk menyebutkan, ada 8 sampai 9 rumah warga yang tertimbun tanah longsor. Kondisi rumah terkubur material tanah dan batu dari tebing setinggi kurang lebih 300 meter yang longsor. Sebanyak 16 orang dilaporkan hilang.

Sedangkan jumlah rumah warga yang terdampak bencana sekitar 15 unit. Para penghuninya kini telah dievakuasi ke tempat aman. Mereka diungsikan ke Gedung SDN Ngetos 3. Proses evakuasi dilakukan oleh aparat gabungan dan relawan menggunakan alat berat. Tetapi, apabila cuaca tidak memungkinkan, dapat dihentikan sewaktu-waktu.

Masih kata Nafhan, longsor terjadi, pada Minggu (14/2/2021) sekitar pukul 18.00 WIB. Adapun penyebab terjadinya longsor karena hujan deras yang turun sejak siang hingga malam hari. “Sebenarnya sudah ada peringatan dari pemerintah daerah. Bahwa di lokasi ada retakan tanah. Tetapi warga bersikukuh menempati. Memang di lokasi tersebut beberapa keluarga mengumpul disitu, sehingga sulit mencari jalan keluar,” katanya.

Lokasi longsor sudah ditetapkan sebagai kawasan rawan bencana. Bahkan, di tempat tersebut telah dipasang alarm tanda peringatan dini. Tetapi Nafhan mengaku, saat kejadian alat tersebut dalam keadaan rusak. Sementara itu, hari ini Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Menteri Sosial Republik Indonesia Tri Rismaharini dijadwalkan ke lokasi kejadian. [nm/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar