Peristiwa

Evakuasi ABK KM Tirta Amarta Berlangsung Dramatis, Ada Cuaca Buruk dan Gelombang Tinggi

Gresik (beritajatim.com) – Evakuasi kapal bermuatan pupuk KM Tirta Amarta yang tenggelam di perairan Utara Pulau Bawean, sempat terkendala cuaca buruk dan gelombang tinggi. Kendati demikian, seluruh ABK KM Tirta Amarta yang berjumlah 15 orang serta satu enginnering crane bisa diselamatkan setelah dievakuasi oleh kapal berbendara Hongkong MV Seaspan Fraser.

Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Gresik, Totok Mukarto mengatakan, evakuasi penyelamatan ABK KM Tirta Amarta memang berlangsung dramatis. Pasalnya, saat itu terjadi cuaca buruk serta gelombang setinggi tiga meter.

“Sebelumnya seluruh ABK KM Tirta Amarta diselamatkan kapal MV Seaspan Fraser yang melintas. Selanjutnya, dioper ke kapal patroli KPLP nomor lambung 365 dan 50015,” katanya, Selasa (25/06/2019).

Totok Mukarto menjelaskan kapal bermuatan pupuk yang tenggelam sesuai manifesnya mengangkut pupuk 1.100 ton. Sesuai data Inaportnet kapal tersebut berlayar dari Pelabuhan Gresik menuju ke Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

“Berdasarkan data Inaportnet kapal tersebut memang bertujuan ke Kota Kendawangan, Kalimantan Barat. Namun, saat melintas di perairan Pulau Bawean itu tenggelam,” paparnya.

Saat ditanya dugaan kapal KM Tirta Amarta tenggelam akibat mengalami kebocoran. Dikatakan Totok Mukarto, terkait dengan pihaknya belum bisa memutuskan penyebabnya. Sebab, hal tersebut masih perlu penyelidikan lebih lanjut.

“Soal dugaan akibat lambung kapal bocor karena dihantam gelombang tinggi masih perlu diselidiki lagi. Namun, yang lebih penting seluruh ABK serta satu enginnering crane selamat dan telah diserahkan ke agen kapal KM Tirta Tama,” pungkasnya. [dny/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar