Peristiwa

Esek-Esek Warkop di Gresik Digerebek, Empat PSK Diamankan

Gresik (beritajatim.com) – Citra Kabupaten Gresik sebagai daerah Kota Santri sedikit tercoreng. Hal ini karena ada esek-esek yang melayani lelaki hidung belang di warung kopi (Warkop).

Tepatnya, ditengah persawahan perbatasan Desa Pangkahkulon, Kecamatan Ujungpangkah. Keberadaan tempat tersebut membuat warga geram. Sehingga, menggerebek tempat esek-esek itu beserta empat pekerja seks komersial (PSK).

Sebelum digerebek, warga setempat sudah curiga adanya warkop yang jauh dari tempat pemukiman. Pasalnya, selain menyediakan minuman dan makanan kecil. Warkop itu jiga menyediakan kamar semi permanen untuk memboking PSK.

Ironisnya kegiatan prostitusi itu, sudah berjalan sebulan. Untuk menutupi supaya warga tidak curiga. Dari depan pemilik warkop seolah-olah menjajakan sejumlah minuman serta makanan riangan diatas meja. Padahal, didalamnya sudah disediakan kamar semi permanen buat lelaki belang.

Lokasi warkop esek-esek tersebut, juga jauh dari jalan raya. Karena lokasinya berada ditengah persawahan. Namun, saat petugas datang menggerebek warkop yang menjajakan PSK. Semua yang ada didalam langsung kelabakan.

Petugas gabungan yang terdiri dari Pemerintah Desa (Pemdes) Pangkahkulon, Babinsa, Bhabinkamtibmas serta Kasi Trantib (Satpol PP) Kecamatan Ujungpangkah, Gresik melakukan penertiban.

Satu persatu kamar semi permanen di dalam warkop diperiksa sambil mengamankan empat PSK yang sedang menunggu lelaki hidung belang.

Kepala Desa Pangkahkulon, Ahmad Fauron menuturkan penggerebekan ini dilakukan karena pihaknya mendapat laporan dari warga. Selanjutnya, ditindaklanjuti dengan mengingatkan melalui surat termasuk memanggil pemilik warkop.

“Setelah melayangkan surat peringatan yang kedua tidak ada perubahan sama sekali terkait aktifitas. Maka kami mendatangi bersama petugas gabungan,” tuturnya, Kamis (4/03/2021).

Ia menambahkan, selain melalukan penggerebekan tim gabungan juga mengamankan empat PSK. Pasalnya, mereka sebagai pendatang tidak melapor ke pihak desa.

“Setelah kami beri pembinaan langsung, pemilik warung mau ditutup, apalagi menjelang Bulan Ramadan,” imbuhnya.

Sementara Kasi Trantib Satpol PP Kecamatan Ujungpangkah Waluyo mengungkapkan pihaknya memberikan pembinaan karena melanggar Perda Gresik nomor 15 tahun 2013 tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum.

“Pemilik warkop berjanji akan segera mengosongkan warung dan kegiatannya dalam waktu maksimal tiga hari kedepan,” pungkasnya. (dny/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar