Peristiwa

Erupsi Bromo Bertepatan dengan Pujan Kasada di Desa Ngadas

Malang (beritajatim.com) -Gunung Bromo berada pada Status Level II (Waspada) dengan rekomendasi, masyarakat di sekitar Gunung Bromo dan pengujung atau wisatawan maupun pendaki, tidak diperbolehkan memasuki kawasan dalam radius 1 km dari kawah aktif Gunung Bromo.

Rekomendasi itu dikeluarkan mulai Jumat (19/7/2019) sore. Meski sempat mengeluarkan abu vulkanis, erupsi Bromo tak menganggu aktifitas bagi warga Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.

Desa Ngadas sendiri berjarak 6 kilometer dari puncak Gunung yang menjadi icon pariwisata di Jawa Timur. Sejumlah warga Ngadas, juga masih keturunan Suku Tengger yang mendiami lereng Bromo sejak berabad-abad lamanya.

Kepala Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Mujianto mengatakan, situasi dan kondisi di Ngadas masih cukup aman terkendali.

Warga Ngadas bahkan tidak terganggu erupsi karena pada saat bersamaan Jumat (19/7/2019) malam, masyarakat Tengger di Desa Ngadas menggelar Ritual Pujan Kasada.

Pujan Kasada digelar di rumah Ki Dukun Sepuh ( Dukun tua ) Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo. Pujan Kasada, adalah proses pemujaan Kasada pasca Puncak Yadnya Kasada beberapa hari lalu.

Dalam Pujan Kasada Jumat malam, hadir puluhan tokoh masyarakat Tengger di Desa Ngadas. Mereka yakni Ki Dukun Sutomo selaku Dukun adat Tengger sepuh atau tua. Ki Dukun Sinetram selaku Dukun adat Tengger muda. Kades Ngadas, Mujianto MR beserta Perangkat Desa. Mistono Ketua BPD beserta anggota BPD Ngadas. Serta sesepuh masyarakat Adat Tengger Desa Ngadas.

“Alhamdulillah aman mas, tidak ada dampak erupsi. Kita juga menggelar rapat untuk persiapan upacara Karo malam ini,” tegas Mujianto.

Kegiatan Pujan Kasada, merupakan rangkaian kegiatan Adat Tradisi Suku Tengger yang berdomisili di Desa Ngadas pasca peringatan Puncak Yadnya Kasada di Pure Poten dan Kawah Gunung Bromo.

 

Proses Pujan Kasada, di pimpin langsung dukun sepuh Ki Dukun Sinetram. “Mudah-mudahan tidak apa-apa dan semua masyarakat aman,” pungkas Mujianto. (yog/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar