Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Erfando Ilham Nainggolan Meninggal, Rektor Ubaya Beri Santunan

Jenazah korban tiba di rumah duka Bulak Banteng Madya Gg 7 No 6 RT 007 RW 009, Kelurahan Sidotopo Wetan, Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya. [Foto : ist]

Mojokerto (beritajatim.com) – Rektor Universitas Surabaya (Ubaya) menyatakan duka mendalam atas berpulangnya Erfando Ilham Nainggolan (20). Mahasiswa Fakultas Psikologi dinyatakan meninggal setelah mengikuti kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam Ubaya (Mapaus) Adventure Training XXXV akibat kelelahan.

Korban bersama 11 orang rekannya mengikuti Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Kawasan Perhutani Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Korban meninggal pada, Minggu (23/1/2022) sekira pukul 01.00 WIB. Usai dilakukan visum luar di RSUD Prof Dr Soekandar Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, jenazah korban dibawa ke rumah duka.

Yakni di rumah duka di Bulak Banteng Madya Gg 7 No 6 RT 007 RW 009, Kelurahan Sidotopo Wetan, Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya. Secara langsung Rektor Ubaya, Dr. Ir Benny Lianto menyampaikan duka cita dan akan memberikan santunan kepada pihak keluarga. Pihak kampus akan bertanggungjawab penuh atas pembiayaan sejak dari Rumah Sakit (RS) hingga proses pemakaman.

“Civitas Akademika Ubaya mengungkapkan duka mendalam kepada keluarga. Erfando Ilham Nainggolan sedang mengikuti pendidikan karakter di Trawas, Mojokerto. Namun Tuhan berkehendak lain. Saya percaya almarhum mendapat tempat di Rumah Bapa,” ungkap Rektor Ubaya, Dr. Ir Benny Lianto.

Rencananya, putra bungsu dari empat bersaudara dari pasangan Binoni Eduard Nainggolan dan Nurbaya Wanty Marpaung akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Keputih, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya pada, Senin (24/1/2022) besok. Jenazah akan dimakamkan sekira pukul 16.00 WIB. [tin/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar