Peristiwa

Enam Warga Banyuwangi Pulang dari Wamena, Ini Datanya

Warga Desa Kajaharjo, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi pulang ke Banyuwangi dari Wamena, Papua Barat. (Istimewa)

Banyuwangi (beritajatim.com) – Eksodus warga Jawa Timur dari Wamena, Papua Barat telah tiba di Malang, Jawa Timur hari ini, Rabu (2/10/2019). Mereka diangkut menggunakan pesawat militer Hercules TNI AU dari Jayapura menuju Bandara Abdulrahman Saleh.

Dari segenap rombongan itu terselip enam warga Bumi Blambangan, yaitu sebanyak tiga laki-laki dan tiga perempuan. Mereka adalah satu keluarga berasal dari, Dusun Tegalgondo, Desa Kajaharjo, Kecamatan Kalibaru yang sebelumnya tinggal di Wamena.

“Mereka semua keluarga, jadi terdiri dari bapak-ibu dan anak serta keponakannya. Mereka sebelumnya terdata ikut rombongan dari Kabupaten Lumajang, tapi setelah pendataan lagi mereka bilang dari Banyuwangi,” kata Plt. Kepala Dinas Sosial Banyuwangi, Penny Handayani, Rabu (2/10/2019).

Data identitas mereka di antaranya, Widodo, Aldi dan Raka (laki-laki) dan Rismawati, Tina dan Santi. Mereka dibawa ke Banyuwangi menggunakan sebuah mobil yang dikoordinir oleh Bakorwil Malang.

“Setelah selesai pendataan, mereka berangkat dari Malang sekitar pukul 20.00 WIB, jadi kemungkinan tiba sekitar Pukul 03.00 dini hari nanti. Mereka nanti langsung kita terima di Kantor Dinsos,” ungkapnya.

Setelah itu, kata Penny, pihaknya akan melakukan cek kesehatan dan pelayanan. Selanjutnya mereka akan diantar ke alamat tujuan kampung halamannya.

“Tidak hanya menerima kedatangan mereka, tapi kita akan layani dengan baik termasuk melakukan cek kesehatan mereka. Jangan sampai mereka pulang dalam keadaan sakit. Menurut informasi, di Kalibaru mereka masih punya kekuarga, jadi kan enak. Jangan sampai setelah tiba ternyata mereka justru terlantar. Kita sudah siapkan kendaraan dan tim akan mengantar mereka sampai ke rumah,” ujarnya.

Kedatangan warga Banyuwangi dari Wamena ini merupakan gelombang pertama yang pulang pasca kerusuhan beberapa hari lalu. Mereka pulang setelah beberapa hari tertahan di pengungsian hingga akhirnya mendapat fasilitas pulang oleh Pemerintah Propinsi Jawa Timur.

“Sebenarnya masih ada satu lagi warga Banyuwangi yang menyatakan pulang, namanya Anam. Tapi kita masih menunggu informasi dari yang bersangkutan. Katanya dia sudah ditampung oleh warga Banyuwangi di Sentani,” pungkasnya. [rin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar