Peristiwa

Empat Hari Berturut Sejak Oktober, Kebakaran Terjadi di Bojonegoro

Bojonegoro (beritajatim.com) – Belakangan suhu udara di Kabupaten Bojonegoro terasa panas. Suhu panas, menjadi salah satu penyebab terjadinya kebakaran. Selama bulan Oktober ini, kasus kebakaran terjadi berturut-turut sejak tanggal 2 hingga 5 Oktober 2020.

Informasi dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bojonegoro kasus pertama terjadi pada 2 Oktober lalu. Api melahap kandang bebek milik Nuril Huda (51) Warga Desa Kauman, Kecamatan Baureno. Kebakaran diduga berasal dari konsleting arus listrik sekitar pukul 02.30 WIB.

Kandang berukuran 12 meter x 20 meter itu ludes. Sekitar 400 ekor bebek berumur kurang lebih 20 hari terpanggang. Sedangkan 300 ekor bebek berhasil diselamatkan. “40 persen kandang berhasil terselamatkan,” ujar Kepala Bidang Pemadaman, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bojonegoro, Sukirno.

Kasus kedua pada 3 Oktober lalu, kebakaran terjadi di kandang sapi milik Hariyanto (35) Warga Dukuh Klapan, Desa Sraturejo, Kecamatan Baureno. Kebakaran diduga berasal dari bediang sapi yang kemudian merambat ke dinding kandang yang terbuat dari anyaman bambu.

Dari kejadian tersebut, korban diduga mengalami kerugian sebesar Rp3 juta dengan luas kandang ternak 7 meter x 10 meter dengan luas yang terbakar 40 persen. Beruntung tiga ekor sapi yang ada berhasil diselamatkan.

Sedangkan pada 4 Oktober, kebakaran oven tembakau terjadi di Desa Panemon, Kecamatan Sugihwaras. Oven milik Jhoni Yanto (55) terbakar sekitar pukul 23.00 WIB. Api berasal dari rambatan api dari tungku yang digunakan untuk memanaskan tembakau.

Pemadaman dilakukan dengan menggunakan dua unit mobil pemadam beserta empat personil. Api baru dapat dipadamkan sekitar pukul 02:15 WIB. Akibat kebakaran itu, diduga korban mengalami kerugian mencapai Rp45 juta.

Sedangkan, hari ini kebakaran rumah terjadi di Dusun Pandean, Desa Glagahwangi, Kecamatan Sugihwaras. Rumah milik Aris Supriyano (48) itu terbakar diduga dari gas elpiji kemudian merambat ke rumah tetangganya, bernama Marjani (57).

Kebakaran terjadi sekitar pukul 12.10 WIB. Petugas menerima laporan pukul 12.28 WIB. Petugas tiba pukul 12.38 WIB dengan menggunakan empat unit mobil pemadam dari Pos Temayang, Pos Kedungadem dan Pos Kota beserta 15 personil. Api dapat di padamkan sekitar pukul 14.20 WIB.

“Selanjutnya Petugas pemadam melakukan pembasahan dan pendinginan, dilanjutkan sosialisasi kepada warga tentang pencegahan kebakaran,” ujar Sukirno.

Total kerugian akibat kejadian tersebut sekitar Rp143 juta dengan rincian, rumah milik Aris Supriyanti Sekitar Rp113 juta meliputi rumah ukuran 7 x 16 meter ditambah 10 motor habis terbakar bahan untuk mebel, peralatan pertukangan dan perabotan rumah tangga

Sedangkan, rumah milik Marjani kurang lebih Rp30 juta. Meliputi rumah ukuran 5 x 10 meter habis terbakar gabah 30 sak dan perabotan rumah tangga. [lus/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar