Peristiwa

Empat Anggota DPRD Jember Cukur Gundul Rayakan Kekalahan Faida

Jember (beritajatim.com) – Empat orang anggota DPRD Jember, Jawa Timur, melakukan aksi cukur gundul di halaman gedung parlemen, Kamis (10/12/2020). Mereka merayakan kekalahan calon bupati petahana Faida dalam pemilihan kepala daerah.

Mereka adalah Nyoman Aribowo (Partai Amanat Nasional), David Handoko Seto (Nasdem), Achmad Dhafir Syah (Partai Keadilan Sejahtera), dan Holil Asy’ari (Golkar). Uniknya, empat orang legislator ini berbeda dukungan calon bupati. Nyoman dan Holil adalah pendukung calon bupati Abdus Salam. Sementara David dan Dhafir Syah adalah pendukung Hendy Siswanto.

“Ini sebuah keinginan terpendam lama, karena selama jadi anggota DPRD periode ini menghadapi tantangan luar biasa, dengan bupati yang luar biasa: tidak bisa kami ajak kerja sama, tidak bisa ditegur,” kata Nyoman.

Nyoman menegaskan perjuangan DPRD Jember terlihat dari dilaksanakannya semua hak pengawasan yang melekat, mulai dari interpelasi, angket, hingga pemakzulan. “Semua sudah dilakukan. Kami merasakan kondisi yang berat untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat Jember,” katanya.

“Hari ini dengan adanya pilkada ternyata masyarakat sendiri yang memakzulkan yang kita anggap sulit diajak berkomunikasi, termasuk mengikuti semua peraturan yang ada di pemerintahan daerah. Jadi hari ini sebagai bentuk rasa syukur dan melampiaskan kebahagiaan kami, karena bupati yang sudah kami ingatkan ternyata ditumbangkan sendiri oleh masyarakat,” kata Nyoman.

Tak hanya empat anggota DPRD Jember yang cukur gundul. Namun ada sejumlah aktivis lembaga swadaya masyarakat yang ikut menghabiskan rambut di kepala mereka.

Sesuai hitung cepat terhadap pemilihan kepala daerah di Jember yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia Denny JA, pasangan Hendy – Firjaun memperoleh suara 47,95 persen. Sementara calon bupati petahana Faida yang berpasangan dengan Dwi Arya Nugraha Oktavianto sebanyak 30,41 persen dan pasangan Abdus Salam – Ifan Ariadna mendapat suara 21,64 persen.

Ke depan, Nyoman berharap, eksekutif dan legislatif bisa bekerjasama. “Dalam Undang-Undang Pemerintahan Daerah, yang disebut pemerintahan daerah adalah bupati dan DPRD. Tidak bisa satu pihak berjalan sendiri, termasuk bupati. Semua harus melalui kerjasama, kolaborasi antara eksekutif dan legislatif,” katanya.

“Yang terbaik adalah komunikasi. Saya yakin Pak Hendy berpengalaman di birokrasi. Gus Firjaun pernah jadi anggota Dewan kabupaten dan provinsi. Dan beliau di awal sudah menyampaikan pasti bekerjasama baik dengan DPRD untuk kepentingan masyarakat Jember,” kata Nyoman. [wir/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar