Peristiwa

Eksplorasi Kapal Van Der Wijck di Perairan Lamongan, Ini Kendala Tim Penyelam

Lamongan (beritajatim.com) – Setelah titik bangkai kapal legendaris Van Der Wijck ditemukan, proses eksplorasi bangkai kapal tersebut terus dilakukan oleh Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur.

Tim Penyelam dari POSSI yang juga bagian dari tim eksplorasi fokus melakukan observasi di titik tenggelamnya kapal uap yang dibuat tahun 1921 tersebut, pada kedalaman 40 meter, di bawah perairan pantura.

Budi Hariyono (42), salah satu penyelam profesional dalam tim eksplorasi mengungkapkan, kendala dalam proses eksplorasi bangkai kapal Van Der Weight di antaranya, cuaca buruk, arus dan gelombang laut yang tinggi.

“Kendalanya dari cuaca yang kurang mendukung, arus dan gelombang lautnya juga kadang cukup tinggi, sehingga proses identifikasinya agak susah, hari ini kita tunda,” ungkap Budi, yang juga selaku Instruktur Marine Diving Club Kelautan Undip, Jumat (30/04/2021).

Selain itu, Budi menambahkan, karena ini merupakan proses eksplorasi perdana yang belum dilakukan sebelumnya. Ia bersama tim belum bisa memastikan estimasi waktu yang dibutuhkan secara akurat. Meskipun dari rencana awalnya proses ini akan dimaksimalkan selama 10 hari.

“Rencana awalnya, eksplorasi akan kita lakukan 10 hari, tapi karena adanya kendala, kita belum bisa memastikan sampai kapan, kita akan berusaha semaksimal mungkin,” ujarnya.

Tak hanya itu, lanjut Budi, tim penyelam juga mendapat kesulitan mengenai jarak pandang yang hanya mencapai 3 sampai 2 meter akibat keruhnya air di dalam laut.

“Kita juga perlu mengambil foto dan video dari bangkai kapal, tapi karena keruhnya air di dalam laut sehingga visibility (daya lihat) kurang baik, hanya berjarak 3 sampai 2 meter saja,” lanjut Budi yang sudah bekerja menjadi penyelam selama 20 tahun tersebut.

Besok pagi, Budi Hariyono mengatakan, akan kembali melanjutkan proses eksplorasi ke titik bangkai kapal Van Der Wijck bersama tim dan nelayan, dengan berbekal peralatan di antaranya layar sonar, diesel, alat sedot, kamera untuk ambil foto dan video, serta perangkat selam.

Pria dari semarang yang juga aktif dalam Orca Diving Activity itu berharap proses eksplorasi akan berjalan lancar. [aht/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar