Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Ecoton Desak Pemprov Jatim Segera Membuat Perda Pengurangan Penggunaan Plastik Sekali Pakai

Mojokerto (beritajatim.com) – Ecoton menemukan sample air di sejumlah sungai yang ada di Pulau Jawa menunjukkan adanya mikroplastik. Untuk itu, Ecoton mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur segera membuat perda pengurangan penggunaan plastik sekali pakai.

“Sungai Brantas, Bengawan Solo, Citarum dan Ciliwung adalah sungai nasional yang perannya vital bagi Indonesia. Karena selain sebagai bahan baku PDAM, air sungai di Jawa digunakan sebagai sumber irigasi yang mensuplai lebih dari 50 persen stok pangan nasional,” ungkap Peneliti Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah, Ecoton, Eka Chlara Budiarti, Selasa (23/11/2021).

Saat ini, ada ancaman serius berupa mikroplastik yang mencemari sungai-sungai di Pulau Jawa. Lebih lanjut alumni Kimia Universitas Diponegoro Semarang ini mengungkap bahwa, sejak awal tahun 2021 Ecoton bersama Tim Relawan Sungai Nusantara telah melakukan uji sample air sungai di Indonesia dan melihat kandungan mikroplastiknya.

“Semua sample yang diambil di Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, Nusa Tenggara dan Jawa menunjukkan semua sample mengandung mikroplastik. Kandungan mikroplastik dalam air pada gilirannya akan masuk kedalam rantai makanan melalui air, plankton, benthos, ikan air tawar, ikan laut (seafood) dan masuk kedalam tubuh manusia,” katanya.

Padahal mikroplastik masuk dalam kategori EDC (Endocrine disruption Chemical) bahan kimia pengganggu hormon. Mikroplastik mengandung bahan tambahan seperti phtalat, bhispenil A, alkhyl phenol, pigmen warna dan anti retardan, semua bahan kimia tambahan ini bersifat karsinogenik dan mengganggu hormon.

Chlara menjelaskan bahwa gangguan hormon akibat senyawa EDC akan mendorong gangguan reproduksi, gangguan pertumbuhan, menopause lebih awal, menstruasi lebih awal bahkan saat ini ditemukan adanya penurunan kualitas sperma dan indikasi intersex. Ecoton mendesak pemerintah untuk bisa mengendalikan polusi plastik.

“Dan masyarakat harus mulai menghentikan penggunaan plastik sekali pakai. Seperti sedotan, tas kresek, styrofoam, botol air minum sekali pakai dan sachet agar volume sampah plastik bisa berkurang. Dari 8 juta ton sampah plastik per tahun yang dihasilkan penduduk Indonesia, hanya 3 juta ton yang diolah di TPS, sisanya 5 juta ton dibakar, ditimbun,” jelasnya.

Chlara menambahkan, 2,6 paling sampah plastik banyak dibuang ke sungai. Salah satu sumber besarnya adalah 2,6 juta ton sampah plastik dari daratan tersebut yang digelontor ke laut melalui sungai dan di Jawa Timur, lanjut Chlara, baru Gresik yang punya Perda Larangan Plastik. [tin/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar