Peristiwa

Dugaan Bayi Tertukar di RSUD Sumenep: Hasil test DNA Identik Dengan Norma Ningsih

Sumenep (beritajatim.com) – Setelah menunggu lebih dari 1 bulan, hasil tes DNA atas kasus dugaan bayi tertukar di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep diterima Polres Setempat.

“Hasil tes DNA nya sudah keluar. Dari analisa seluruh DNA, dapat dibuktikan secara ilmiah dan tak terbantahkan secara genetik. Bayi itu anak genetik Norma Ningsih,” kata Kapolres Sumenep, AKBP Darman, Senin (08/02/2021).

Kasus dugaan bayi tertukar itu dilaporkan ke Polres Sumenep pada 19 November 2020 oleh Subroto, warga Desa Nyabakan, Kecamatan Batang-batang, Kabupaten Sumenep.

Menurut pelapor, Norma Ningsih, istrinya, melahirkan bayi perempuan di RSUD pada Jumat (13/11/2020) Kemudian, Sabtu (14/11/2020) diperbolehkan pulang. Namun bayinya tidak diijinkan pulang karena masih perlu perawatan di rmh sakit. Sebelum pulang, Norma Ningsih masih sempat menyusui bayinya.

Kemudian pada Minggu (15/11/2020), Norma Ningsih bersama suaminya kembali ke rumah sakit untuk menjenguk dan menyusui bayinya. Ketika bayinya diberikan, ternyata menurut Norma Ningsih, bayinya berbeda.

Versi Norma Ningsih, waktu menyusui pertama, bayinya gundul. Ternyata ketika kembali ke rumah sakit, bayi yang diberikan rambutnya lebat. Norma Ningsih pun protes dan menolak menyusui karena merasa bayinya beda. Keluarga menduga bayinya tertukar dengan bayi lain.

“Karena itulah, pada 1 Desember 2020, dilakukan tes DNA oleh Kaur Doksik Polda Jatim, untuk memastikan apakah bayi itu benar anak Norma Ningsih atau bukan,” terang Kapolres.

Setelah hasil tes DNA tersebut keluar dan menyatakan bahwa DNA bayi dan Norma Ningsih identik, Kapolres berharap sudah tidak ada persoalan lagi. “Semoga semua pihak bisa menerima hasil tes DNA ini dan tidak ada persoalan lagi,” ujarnya.

Sementara Subroto dan Norma Ningsih menyatakan menerima hasil tes DNA tersebut dan siap untuk segera membawa pulang bayi yang selama kasus ini diproses, dititipkan di RSUD Sumenep. (tem/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar