Peristiwa

Latihan Bersama Marinir

Dubes Amerika Disandera, Marinir Indonesia dan Amerika Beraksi

Banyuwangi (beritajatim.com) – Suasana sekitar pantai Mustika dan Pelabuhan Pancer, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi tampak sepi. Tak seperti biasa hingar bingar aktivitas warga dan nelayan tak nampak.

Sebuah kantor milik Kementerian Kelautan dan Perikanan terdapat sejumlah orang berjaga menenteng senjata. Mereka menguasai lokasi itu sejak beberapa hari terakhir. Mereka adalah kawan teroris yang tengah beraksi.

Usut punya usut ada seorang duta besar negara asing disandera para teroris. Dia adalah Dubes Amerika Serikat Mr. Galih Broughman. Mendengar informasi itu, kedua negara berkordinasi melakukan operasi pembebasan. Pada misi kali ini, Indonesia dan Amerika menerjunkan pasukan khusus dari korps Marinir masing-masing.

Indonesia bergerak melalui prajurit Batalyon Intai Amfibi Korps Marinir TNI AL. Sementara, Amerika menurunkan prajurit United States Marines Corps (USMC) Reconnaissance Unit.

Proses operasi dilakukan sangat cepat dan senyap dengan sandi Reconex 21-II. Kedua pasukan mulai turun mendatangi lokasi. Menyisir kawasan dengan memperhitungkan akses keamanan dan keselamatan.

Prajurit Intai Amfibi Korps Marinir TNI AL dibawah komando Lettu Marinir Adzami Patriot membuat perencanaan untuk pembebasan sandera. Sementara prajurit United States Marines Corps (USMC) Reconnaissance Unit dipimpin oleh Captain Nicholas Paparella.

Kedua pasukan khusus ini berkolaborasi dalam operasi. Strategi pembebasan dibagi dalam dua pokok penyerbuan baik darat maupun udara. Dua pasukan Marinir Internasional ini tampak kompak saat beraksi. Tiba di lokasi, baku tembak terjadi.

Senjata laras panjang teroris beradu dengan keterampilan menembak prajurit. Tak butuh waktu lama, Marinir Indonesia dan Amerika berhasil melumpuhkan penjagaan. Pasukan lain dari Marinir TNI AL masuk menyergap lokasi kantor diikuti oleh pasukan USMC.

Datang bala bantuan juga dari udara menggunakan pesawat Heli Bell-412/HU-4206. Pasukan berhasil merangsek masuk serta melumpuhkan para teroris. Dubes AS yang sempat disandera berhasil diselamatkan.

Terjadi aksi heroik, saat pasukan pembebasan mengamankan sandera dengan cara STABO menggunakan Heli Bell-412/HU-4206 milik Skuadron 400 Wing Udara 2 Puspenerbal Surabaya. Dikomandoi oleh pilot Mayor Laut (P) Hadi dan Copilot Letda Laut (P) Dito operasi berjalan lancar.

Aksi pembebasan sandera ini merupakan skenario latihan berganda (full mission profile) yang merupakan materi puncak dalam Latihan Bersama Marinir Indonesia dan Marinir Amerika dengan sandi Reconex 21-II yang dimulai sejak tanggal 3 Juni 2021.

Latihan full mission profile merupakan gabungan dari materi yang dilatihkan dalam Reconex 21-II yaitu menembus gelombang, long range navigation, renang rintis, konfirmasi pantai pendaratan, Jungle Patrol, Close Quarter Battle (CQB), Fastrope, STABO, menembak dan Survival.

Kegiatan tersebut disaksikan secara langsung oleh Dansatgaslat Letkol Marinir Supriyono, Paopslat Lettu Marinir Eko, S.S., Putra, Mayor Marinir Venny Woaten dan Lettu Marinir Ahmad Ilyas selaku penilai dan anggota Posal Pancer. [rin/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar