Peristiwa

Dua Remaja Karangbinangun Tewas Tenggelam di Bendungan Gerak Sembayat

Gresik (beritajatim.com) – Warga di sekitar Bendungan Gerak Sembayat (BGS), tepatnya di Desa Sidomukti, Kecamatan Bungah, Gresik, gempar. Pasalnya, ada dua pelajar ditemukan tewas mengambang di bendungan tersebut.

Kedua pelajar asal Lamongan yang ditemukan sudah tak bernyawa itu, masing-masing Alfian (15), asal Dusun Ngajaran dan Andre (15) asal Dusun Alang-Alang. Dua pelajar SMP itu berasal dari Desa Karangbinangun, Kecamatan Karangbinangun, Lamongan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penemuan kedua pelajar yang tenggelam itu bermula saat ada warga yang melintas di BGS melihat dua orang mengapung. Informasi adanya orang tenggelam itu meluas ke warga lainnya.

Warga berdatangan ke lokasi BGS. Ada pula yang melaporkan kejadian ini ke Polsek Bungah. Beberapa menit kemudian, datang anggota Polsek Bungah ke lokasi guna melakukan evakuasi kedua korban.Dari hasil indentifikasi, kedua korban diketahui bernama Alfian (15), dan Andre (15).

Kepala Desa Karang Binangun, Sugianto menuturkan, kedua korban keluar dari rumah pada hari Minggu (27/8) kemarin sekitar pukul 09.00 WIB. Mereka membawa motor Honda Beat. Pihak keluarga korban tidak mengetahui mereka berdua keluar kemana. Bahkan, hingga pukul 17.00 WIB tak kunjung kembali.

Merasa janggal belum balik ke rumah, pihak keluarga berusaha mencari keliling kampung dan melalui grup watshapp. Tapi tak ada yang mengetahui. “Kedua korban ditemukan jam 09.10 WIB saya sempat lihat CCTV memang arahnya ke Bendungan Gerak Sembayat,” tuturnya.

Masih menurut Sugianto, kedua korban adalah tetangga satu kampung. Hanya beda dusun. Mereka teman akrab dan hobi memancing. “Saya dapat laporan dari warga kalau ada dua anak meninggal mengapung di BGS. Setelah kami cek ternyata benar kedua korban warga saya,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu keluarga korban Aris menyatakan, salah satu korban adalah keponakannya keluar rumah tidak berpamitan tujuannya kemana. “Saya mengetahui kabar ponakannya saya ditemukan meninggal dari kepala desa. Tadi pak lurah datang ke rumah dan menyampaikan kabar kalau Andre ditemukan mengapung di Bendung Gerak Sembayat,” ungkapnya. Kasus penemuan kedua pelajar yang ditemukan tewas di BGS sudah ditangani aparat kepolisian setempat. [dny/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar