Peristiwa

Dua PSK dan Belasan Pasangan Mesum Terjaring Razia di Bangkalan

Razia penyakit masyarakat yang dilakukan Satpol-PP Bangkalan

Bangkalan (beritajatim.com) – Terjaringnya dua orang Pekerja Seks Komersial (PSK) di Terminal Bancaran, Kabupaten Bangkalan, menjadi catatan tersendiri bagi Dinas Perhubungan. Pasalnya, pihaknya selalu rutin memberikan imbauan agar terminal tak digunakan sebagai lokasi asusila.

Ariek Moein, Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) setempat menjelaskan, pihaknya baru mengetahui informasi adanya dua orang PSK yang terjaring oleh Satpol PP.

“Ya kami kecolongan, kemarin memang ada operasi pekat dari Satpol-PP, satu lokasi di terminal bancaran,” jelasnya, Senin (23/11/2020).

Ariek mengatakan, adanya temuan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk para personil di Terminal Bancaran. Ia mengaku, dalam waktu dekat akan segera meninjau dan melakukan evaluasi khususnya kepada para personel.

“Kami berencana akan memasang PJU di terminal agar tidak remang-remang. Selain itu, kami juga akan memasang tulisan imbauan agar tidak melakukan traksaksi esek-esek di area terminal,” tegasnya.

Baca Juga:

    Selain itu, jika seluruh upaya masih tidak diindahkan, pihaknya siap untuk menutup kios jika memang PSK tersebut disediakan oleh pemilik kios di dalam terminal.

    Sementara itu, ketua Komisi A DPRD Bangkalan, Moh Mujiburrahman mengatakan, untuk menghindari hal tersebut perlu adanya pengasawan yang ketat dari pihak Dishub. Sehingga, fungsi terminal tak disalahgunakan. “Bisa menggandeng petugas gabungan seperti Satpol-PP dan polisi untuk mengawasi terminal agar tidak disalahgunakan,” singkatnya.

    Sementara itu, Urip Riyanto Kapala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Trantibum) Satpol PP Bangkalan mengatakan, pihaknya telah melakukan razia pekat dan berhasil menjaring 16 muda-mudi termasuk dua PSK dari terminal bancaran.

    “Dua PSK dari terminal Bancaran, dan pasangan muda-mudi yang bermesraan di taman Paseban dan juga Stadion Gelora Bangkalan. Kami amankan dan dibawa ke kantor untuk dibina, sebelum dijemput oleh pihak keluarga,” tandasnya. [sar/suf]



    Apa Reaksi Anda?

    Komentar