Peristiwa

Dua Pelaku Pembunuhan Vina di Hutan Pacet Lakukan 17 Adegan Rekontruksi

Mojokerto (beritajatim.com) – Rekontruksi pembunuhan Vina Aisyah Pratiwi (21) yang mayatnya ditemukan di Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo Dusun Pacet Selatan, Desa Pacet, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto digelar. Kedua pelaku melakukan 17 adegan yang semuanya sesuai dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Rifaldhiy Hangga Putra mengatakan, rekontruksi dilakukan di Polres Mojokerto dengan alasan faktor kemananan. “Selain itu, beberapa tempat kejadian perkara (TKP) saling berjauhan dan berada di luar wilayah hukum Polres Mojokerto lain,” ungkapnya, Rabu (8/7/2020).

Masih kata Kasat, dalam proses rekonstruksi pembunuhan tersebut pihaknya mendatangkan jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto serta kuasa hukum kedua pelaku. Hal ini dilakukan untuk melihat fakta sebenarnya.

“Sudah jelas rekonstruksi yang diperagakan oleh para pelaku, ada sekitar 17 adegan utama yang diperagakan. Semua adegan yang diperagakan oleh para pelaku sudah seusai dengan hasil penyelidikan dilalukan dan BAP,” katanya.

Termasuk saat pelaku utama yakni Mas’ud Andy Wiratama (27) warga Kelurahan Pamotan, Kecamatan Poronh, Kabupaten Sidoarjo memberikan kode kepada pelaku kedua, Rifat Rizatur Rizan (20) untuk memulai melakukan eksekusi. Yakni dengan memutar musik dengan keras.

“Iya, sesuai dengan yang direncanakan sejak hari, Minggu 21Juni 2020 pelaku Mas’ud menyiapkan kode kepada Rifat saat memulai mengeksekusi dengan cara menjerat tali dan menutup muka korban dengan sebuah sarung. Yakni menunggu pelaku Mas’ud mengeraskan suara musik,” terangnya.

Sebelum melakukan eksekusi, kedua pelaku terlebih dulu merencanakan di warung kopi tempat kerja kedua bekerja dan menyiapkan alat dari rumah maisng masing. Mulai dari tali tampar, sarung dan kaos serta tingkat yang digunakan memukul korban.

“Dengan posisi mobil terus berjalan, kedua pelaku mengeksekusi korban hingga tewas saat berada di ruas tol menuju Malang. Hingga akhirnya membuang jasad korban ke jurang di kawasan Pacet. Kita pastikan sekitar pukul 20.00 WIB korban di buang,” jelasnya.

Tak berhenti di situ, lanjut kasat, usai membuang jasad korban, pelaku utama mencoba menghilangkan barang bukti berupa stik besi warna hitam kurang lebih dengan panjang 50 cm. Stik besi tersebut dibuang saat perjalanan tepatnya di Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto.

“Saat merencanakan, apabila korban tidak membayar utangnya maka rencananya barang-barang milik korban akan dijual. Namun yang terjadi memang ini belum dijual, memang sempat saudara M memberi uang Rp50 ribu kepada saudara R,” tegasnya.

Diantaranya sepeda motor Honda Beat nopol AG 6889 CV warna hitam, HP merk I-Phone 6S warna silver, helm merk KYT warna putih dan power bank. Dalam aksi pembunuhan dilakukan dalam posisi kendaraan berjalan di jalan tol arah Malang.

“Bekas secepatnya akan dilimpahkan ke Kejari Kabupaten Mojokerto. Kedua pelaku dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dan Pasal 365 ayat (4) tentang Pencurian dengan ancaman pidana mati atau seumur hidup,” pungkasnya.[tin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar