Peristiwa

Dua Orang Jadi Tersangka Tragedi Maut Jebakan Tikus di Bojonegoro

Bojonegoro (beritajatim.com) – Kepolisian Resort (Polres) Bojonegoro menetapkan dua orang tersangka dalam tragedi maut jebakan tikus yang menyebabkan satu keluarga meninggal dunia. Dua orang yang ditetapkan tersangka itu kini sudah ditahan di ruang tahanan Mapolres Bojonegoro, Selasa (13/10/2020).

“Sudah melakukan pemeriksaan lima saksi dan mungkin masih ada lagi yang akan diperiksa. Sekarang ditetapkan dua orang sebagai tersangka,” ujar Kapolres Bojonegoro AKBP M Budi Hendrawan.

Menurut Kapolres, dua orang yang ditetapkan tersangka itu, berinisial S dan T Warga Dusun Prijek Desa Tambahrejo Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro. Keduanya merupakan pemilik lahan dan yang memiliki jebakan tikus yang menggunakan aliran listrik.

Dalam kasus tersebut, dua orang tersangka dikenai Pasal 359 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Kelalaian atau biasanya disebut juga dengan kesalahan, kurang hati-hati atau kealpaan yang menyebabkan orang lain mati, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun.

Hasil keterangan pemeriksaan tersangka yang sebelumnya masih menjadi saksi menyebut, bahwa aliran listrik yang digunakan untuk jebakan tikus tersebut diduga kabelnya putus karena tiang penyangga roboh. Aliran listrik itu kemudian mengenai empat korban yang hendak ke sawah hingga meninggal dunia.

Sementara diketahui, kabel aliran listrik untuk jebakan tikus itu diambil dari rumah Tiono yang berjarak sekitar 500 meter dari area persawahan. Aliran listrik tersebut biasa dipasang saat musim tanam hingga mulai berbuah. Pemasangan jebakan tikus itu dilakukan untuk melindungi tanaman dari serangan tikus.

Saat ini, para petani setempat sedang menanam cabai dan sudah mulai berbuah. “Pemasangannya sudah sekitar tiga bulan lalu,” ujar salah seorang warga, Mujid.

Sekadar diketahui, nasib tragis satu kelurga yang meninggal dunia karena tersengat aliran listrik jebakan tikus yakni, Parno (65) (Ayah), Reswati (55) (Ibu) serta kedua anaknya Jayadi (31) dan Zaenal Arifin (21). Keempat korban ditemukan oleh saksi Warno sekitar pukul 06.00 WIB tergeletak di pematang sawah sudah tidak bernyawa. [lus/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar