Peristiwa

Dua Kecamatan di Pamekasan Aman dari Kekeringan

Petugas BPBD Pamekasan, mendistribusikan air bersih bagi warga di Desa Tampojung Tenggina, Kecamatan Waru, Pamekasan.

Pamekasan (beritajatim.com) – Dua dari total 13 kecamatan berbeda di Pamekasan, dinyatakan aman dan bebas dari bencana kekeringan yang melanda daerah berslogan Bumi Gerbang Salam, khususnya memasuki musim kemarau pada tahun ini.

Dua kecamatan tersebut masing-masing Kecamatan Pakong dan Kecamatan Pamekasan (Kota), keduanya tidak termasuk dari 11 kecamatan berbeda yang dipastikan terdampak kekeringan yang tersebar di sebanyak 325 dusun yang tersebar di 80 desa.

“Jumlah total warga terdampak kekeringan tahun ini, terdiri dari 71.032 kepala keluarga yang tersebar di 80 desa di 11 kecamatan berbeda di Pamekasan,” kata Kepala BPBD Pamekasan, Akmalul Firdaus kepada beritajatim.com, Rabu (14/8/2019).

Namun dari total tersebut, tercatat hanya dua kecamatan berbeda yang dipastikan terhindar dari dampak kekeringan di Pamekasan. “Dari total 13 kecamatan berbeda, hanya dua kecamatan yang dipastikan aman dari kekeringan, yakni Pakong dan Pamekasan,” ungkapnya.

“Akibat kejadian tersebut, total sebanyak 212.321 jiwa di kabupaten Pamekasan, terdampak kekeringan dan mengalami kekurangan air bersih pada musim kemarau tahun ini. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan tahun lalu yang hanya tersebar di sebanyak 310 dusun di 80 desa berbeda, tambah 15 dusun,” jelasnya.

Guna mengantisipasi dan menanggulangi bencana kekeringan, pemkab Pamekasan mulai menjalankan program bantuan air bersih bagi masyarakat yang berada di wilayah terdampak sejak beberapa pekan terakhir. Hal tersebut dibuktikan langsung dengan pelepasan mobil tangki air secara simbolis oleh Sekda Pamekasan, Totok Hartono.

Tidak hanya itu, pihaknya tengah intens melakukan penanganan kasus kekeringan ini secara terintegratif dengan melibatkan instansi dinas terkait di lingkungan Pemkab Pamekasan. “Penanganan jangka pendek yang kami lakukan adalah menyalurkan bantuan air bersih ke desa-desa yang dilanda kekeringan dan sudah kami lakukan,” tegasnya.

“Sedangkan penanganan jangka panjang masih kami komunikasikan dengan instansi terkait, salah satunya seperti yang disampaikan Pak Sekda (Totok Hartono) beberapa waktu lalu, yakni penyiapan embung kecil di berbagai desa terdampak kekeringan,” pungkasnya. [pin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar