Peristiwa

Dua Hari Bojonegoro Hujan Es, 1.377 Rumah Rusak

Bupati Bojonegoro bersama sejumlah pejabat Pemkab Bojonegoro meninjau lokasi korban bencana angin puting beliung di Kecamatan Dander

Bojonegoro (beritajatim.com) – Hujan es mengguyur wilayah Kabupaten Bojonegoro selama dua hari terakhir. Hujan juga disertai angin kencang. Akibatnya sejumlah pohon tumbang, beberapa rumah maupun bangunan rusak.

Kejadian pertama terjadi pada Sabtu (9/11/2019). Kemudian disusul kejadian kedua pada Senin (11/11/2019) sekitar pukul 16.00 WIB. Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro mendata sedikitnya hujan terjadi di 44 Desa di 12 Kecamatan.

Dari kejadian tersebut mengakibatkan 28 pohon tumbang, dan 73 rumah rusak. Dengan rincian 19 rumah mengalami roboh dan rusak berat, 13 rumah warga mengalami rusak sedang dan 41 rumah warga mengalami rusak ringan.

Data dari BPBD Kabupaten Bojonegoro, tiga rumah roboh terjadi di Desa Klepek dan Desa Semawot Kecamatan Sukosewu. Empat rumah rusak berat dan roboh di Kecamatan Ngasem yakni rumah milik Amir warga RT 9 RW 1 Desa Ngantru, Ahmad Sukro warga RT 27 RW 04 Dusun Prajekan Desa Jelu, Sadak warga RT 5 RW 2 dan Parman RT 1 RW 1 Desa Mediyunan Kecamatan Ngasem.

Untuk wilayah Kecamatan Tambakrejo terdapat dua rumah roboh yani di Dusun Ngasen RT 10 RW 1 Desa Sendangrejo milik Yono dan Warsono warga Dusun Benet Desa Bakalan. Kecamatan Purwosari rumah roboh milik Zaini warga RT 6 RW 1 Desa Pojok, dua rumah roboh di Desa Kaliombo milik Sampir warga RT 10 RW 08 dan Pardi warga RT 04 RW 04, Sukar RT 25 RW 5 Desa Kuniran dan Suratin RT 18 RW 06 Dusun Gempol Desa Ngrejeng.

Satu rumah rusak berat milik Mudiono warga Desa Gayam Kecamatan Gayam. Rumah roboh milik Lasiran Warga RT 10 RW 05 Desa Tapelan Kecamatan Ngraho.

Atas kejadian tersebut, masyarakat melakukan kerja bhakti membersihkan rumah warga atau pohon yang tumbang. “Fasilitas umum yang terdampak juga mulai dilakukan perbaikan,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, Umar Ghoni, Selasa (12/11/2019).

Dari data yang dihimpun BPBD kerugian akibat angin kencang yang melanda Kabupaten Bojonegoro pada tanggal 9 dan 11 November 2019 yakni untuk tanggal 9 Nopember kerugian mencapai Rp 1 miliar dan pada tanggal 11 November Rp1,9 miliar. “Dari dua kejadian tersebut terjadi di 44 Desa 12 Kecamatan mengakibatkan kerugian 1.377 rumah dan 23 fasilitas umum mengalami rusak ringan sampai dengan berat,” lanjutnya.

Sementara itu Bupati Bojonegoro Anna Mu’awannah bersama dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Bojonegoro, Nurul Azizah didampingi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Sekretaris BPBD dan Kasi RR melakukan pantauan langsung dilapangan sekaligus memberikan bantuan kepada warga terdampak. [lus/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar