Peristiwa

Dua CJH Tuban Mundur, Satu Meninggal

Tuban (beritajatim.com) – Dua orang Calon Jemaah Haji (CJH) Kabupaten Tuban tahun 2019 yang merupakan pasangan suami istri menyatakan mundur. Keduanya tidak ikut berangkat ke tanah Suci tahun ini lantaran sakit. Selain itu, terdapat satu jemaah lain yang gagal berangkat karena meninggal dunia.

Data yang dihimpun beritajatim.com, satu CJH yang meninggal itu bernama Asrofi (51), warga Desa Sumurgung, Kecamatan Kota Tuban. Sedianya, Asrofi tergabung dalam kloter 77 yang  berangkat pada Kamis (1/8/2019). “Jadi, ada dua CJH mundur dan satu meninggal,” kata Kasi Pemberangkatan Haji dan Umroh Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Tuban Umi Kulsum, Rabu (31/7/2019).

Total kuota CJH Tuban tahun 2019 sebanyak 885 orang, namun kemudian yang akan berangkat menjadi 883 orang, setelah adanya dua orang mengundurkan diri. Meski ada satu CJH yang meninggal, lanjut Umi, tidak mengurangi jumlah tersebut.

“Jumlahnya CJH yang akan berangkat tetap 883 orang. Karena ada satu kuota cadangan yang masuk menggantikan CJH meninggal. CJH pengganti itu bernama Kamsih dari Palang,” paparnya.

Umi menjelaskan, koper CJH yang meninggal sudah dikembalikan ke Kantor Kemenag Tuban. Sedangkan untuk kebijakan selanjutnya, tergantung pihak keluarga. Apabila ingin membatalkan, maka biaya dikembalikan penuh. Namun demikian, bisa juga pelimpahan porsi.

CJH Tuban diberangkatkan dari Pendopo Krido Manunggal Tuban pada 1 Agustus 2019 terbagi menjadi dua kloter (kelompok terbang). Yakni kloter 76 dan 77. Seluruh CJH sudah mengumpulkan koper di Kantor Kemenag Tuban yang selanjutnya diberangkatkan ke Surabaya. [mut/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar