Peristiwa

Dua Bulan Alami Kekeringan, Polres Gresik Dropping Air Bersih di Desa Tumapel

Gresik (beritajatim.com)- Dua bulan mengalami kekeringan di Desa Tumapel, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik. Kepolisian Resort (Polres) setempat
melakukan dropping air bersih.

Desa Tumapel merupakan desa yang berbatasan dengan Gresik-Lamongan. Di desa tersebut ada 600 kepala keluarga (KK). Mereka awalnya memanfaatkan air sumur untuk kebutuhan sehari-hari. Namun, saaf ini sumur mulai mengering. Mereka terpaksa membeli air galon isi ulang buat memasak maupun mandi.

Ahmed (33) salah satu warga Desa Tumapel terlihat semangat saat melihat mobil tangki air bersih masuk ke desanya. Tanpa dikomando, dirinya membawa enam jerigen kosong dengan gledekan.

Dia mendatangi balai Desa dan menata enam jerigen berwarna biru dan putih pudar itu tepat di belakang mobil tangki.

“Yang dua punya saya, sisanya buat tetangga yang nitip,” ujarnya, Selasa (15/10/2019).

Ahmed menuturkan, sudah dua bulan ini air dirumahnya sudah tidak mengalir. Kekeringan yang melanda membuatnya harus benar-benar hemat air. Air galon itu tidak sampai tiga hari sudah habis.

“Alhamdulilah ada dropping air bersih gratis dari Polres Gresik,” tuturnya.

Kapolres Gresik, AKBP Kusworo Wibowo menyatakan selain melakuka dropping air bersih. Pihaknya juga melakukan bakti sosial pengobatan gratis bagi warga.

“Kami mendistribusikan air bersih sebanyak 7 tangki yaitu sebanyak 35.000 liter untuk masyarakat Desa Tumapel,” ujarnya didampingi perwakilan ormas Banser serta FPI Gresik.

Mantan Kapolres Jember ini juga akan melakukan hal yang sama di daerah lain yabg mengalami kekeringan.

“Kami sudah ada laporan daerah Kecamatan Benjeng juga sangat membutuhkan air bersih,” ungkapnya.

Untuk pengobatan gratis lanjut dia, pihaknya menggandeng Urkes Polres Gresik untuk untuk memeriksa kesehatan bagi warga DesaTumapel.

“Semoga apa yang kami lakukan ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (dny/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar