Peristiwa

Dua Bulan, 7 Operasi SAR di Jember

Jember (beritajatim.com) – Sepanjang Januari dan Februari 2019, Badan SAR Nasional di Kabupaten Jember, Jawa Timur, menjalankan tujuh operasi pencarian dan pertolongan warga yang hilang. Anomali cuaca memicu potensi bahaya bagi warga, terutama di perairan.

“Terbanyak memang pencarian di perairan, yakni sungai dan laut. Kalau tahun 2018 lalu, ada 30 operasi SAR yang kami lakukan,” kata Koordinator Pos SAR Jember Asnawi Suroso, Kamis (28/2/2019). Ia mengimbau masyarakat saat ini berhati-hati saat beraktivitas di kawasan perairan.

“Kami imbau masyarakat untuk selalu berhati-hati, terutama saat beraktivitas di perairan. Dengan kondisi cuaca seperti ini, pastikan untuk tidak bermain-main di perairan kalau tidak diperlukan,” kata Asnawi.

Salah satu operasi SAR yang menarik perhatian awal tahun ini adalah pencarian dua orang guru asal Kabupaten Jombang yang tenggelam di laut selatan. Saat ini, Basarnas sedang mencari warga yang hilang di hutan, Sukoco (54), asal Dusun Mandilis, Desa Sanenrejo, Kecamatan Tempurejo.

Operasi SAR ini bertepatan dengan perayaan hari ulang tahun ke-47 Basarnas. Pencarian dilakukan sejak kemarin dan hingga berita ini ditulis, belum menemukan titik terang. Sukoco hilang sejak Senin (25/2/2019).

“Korban mempunyai riwayat penyakit jantung. Cuaca saat korban hilang panas menyengat. Ada kemungkinan korban mengalami dehidrasi atau kecapekan dan pingsan,” kata Asnawi. Perangkat desa kemudian menghubungi Basarnas. Pencarian pun dilakukan. [wir/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar