Peristiwa

Dua Bocah di Gresik Meninggal Terseret Arus Kali Lamong

Gresik (beritajatim.com) – Naas dialami oleh dua bocah Zakiyah Dwi Pratiwi (9) dan Dwi Citra Evaris (10). Kedua bocah asal Desa Sekarputih, Kecamatan Balongpanggang, Gresik itu, meninggal dunia terseret air Kali Lamong yang meluap.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik, Tarso Soegito membenarkan adanya dua bocah yang meninggal akibat terseret arus saat banjir meluap.

“Informasi yang masuk ke kami, semula ada 10 anak sedang bermain air. Mereka sudah diperingatkan oleh warga dan sudah ditegur namun tidak dihiraukan. Sehingga, terseret arus Kali Lamong yang meluap,” ujarnya saat dikonfirmasi beritajatim.com, Rabu (27/05/2020).

Masih menurut Tarso, sewaktu terseret arus teman-temannya korban berteriak meminta tolong. Teriakan korban yang didengar oleh warga. Tanpa dikomando warga langsung mencari kedua bocah yang terseret arus itu.

“Saat ditemukan kondisi kedua korban sudah tak bernyawa. Ada dugaan korban tidak bisa berenang dan tubuhnya banyak kemasukan air mengingat saat meluap arus Kali Lamongan sangat deras sekali,” paparnya.

Terkait dengan kejadian ini lanjut Tarso, dirinya menghimbau kepada orang tua yang daerahnya terdampak banjir agar berhati-hati menjaga anaknya.

“Saya menghimbau agar kejadian ini tidak terulang. Peran orang tua sangat penting dan tetap waspada terhadap anaknya saat banjir melanda,” ungkapnya.

Saat ini, kedua jenazah sudah diserahkan ke orang tua masing-masing setelah sebelumnya dilakukan visum di Puskesmas Balongpanggang. (dny/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar