Peristiwa

Dua Bocah di Bojonegoro Tersambar Petir Hingga Meninggal

Bojonegoro (beritajatim.com) – Dua bocah meninggal dunia di dalam gubuk area persawahan setelah disambar petir. Kejadian tersebut terjadi kemarin sore saat terjadi hujan lebat disertai angin dan petir yang terjadi di Desa Sendangrejo, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro.

Kapolsek Dander AKP Dumas Barutu mengungkapkan, dua bocah yang tersambar petir itu diketahui bernama Moch Aryo Saputro (13) dan Wahyu (13). Keduanya merupakan pelajar asal Desa Sendangrejo, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro.

“Sebelumnya mereka dari siang keluar rumah cari mangga, kemudian turun hujan lebat disertai petir. Karena berada di tengah sawah, mereka berteduh di gubuk terbuka dan akhirnya tersambar petir,” ujarnya, Jumat (20/11/2020).

Dari hasil penyelidikan, tidak diketahui keduanya sedang bermain handphone. Karena hasil olah tempat kejadian perkara tidak ditemukan handphone milik korban. Mereka tersambar petir diduga karena berada di tempat lapang. “Gubuknya memang di tengah persawahan yang berjarak sekitar 2 kilometer dari perkampungan,” jelasnya.

Kejadian tersebut diduga terjadi sekitar pukul 15.50 WIB. Warga melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian sekitar pukul 18.00 WIB. Korban diketahui setelah kedua orang tua korban mencari keberadaan mereka tidak kunjung pulang.

Harji (45), orang tua Aryo Saputro bersama dengan warga setempat kemudian mencari di sekitar perkampungan. Setelah ditelusuri kedua korban ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa.

Hasil pemeriksaan fisik, korban Moch Asyo Saputro setelah tersambar petir mengalami luka dibagian mata sebelah kiri dan telinga kiri mengeluarkan darah. Punggung sebelah kiri gosong, punggung sebelah kiri luka mengelupas seperti luka bakar dan keluar sperma pada kemaluan.

Sedangkan, korban Wahyu yang memiliki tinggi badan 153 cm itu celana yang dipakai sobek terbakar, telinga kanan dan kiri mengeluarkan darah, rambut belakang bawah bekas terbakar, luka bakar pada punggung belakang sebelah kanan dan kiri, luka bakar pada pantat dan keluar sperma pada kemaluan.

Dumas Barutu mengimbau kepada seluruh masyarakat, agar saat terjadi hujan disertai angin dan petir tidak berada ditempat yang lapang. Selain itu, jika turun hujan disertai petir sebaiknya berteduh di tempat yang aman atau berada di rumah. [lus/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar