Peristiwa

Driver Ojek Dibunuh secara Sadis, PDOI Jatim Tuntut Pelaku Dihukum Seberat-beratnya

Petugas Jasa Marga Pandaan Malang dan kepolisian saat melakukan evakuasi penemuan maya yang diduga adalah korban perampokan di Jalan Tol Pandaan Malang, Rabu (23/10/2019).(istimewa)

Surabaya (beritajatim.com) – Perhimpunan Driver Online Indonesia (PDOI) Jawa Timur mendorong kinerja pihak kepolisian agar dapat segera mengungkap kasus pembunuhan yang menimpa Rusdianto (41), driver online yang jenazahnya ditemukan meninggal dunia di tol Pandaan-Malang KM 72.200, Rabu (23/10).

Daniel Lukas Rorong, Humas PDOI Jawa Timur berharap agar para pelaku bisa segera ditangkap, motifnya bisa terungkap dan dihukum seberat-beratnya.

“Sungguh di luar batas perikemanusiaan, sampai tega menghilangkan nyawa rekan seprofesi kami dengan cara yang sadis,” ujar Daniel, geram.

Untuk itu, Daniel mengimbau pada rekan-rekan driver online, baik itu roda dua maupun roda empat agar lebih meningkatkan lagi kewaspadaannya jika mendapatkan orderan.

“Jangan mau menerima orderan secara offline (mematikan aplikasi),” imbuh Daniel.

Selain itu, lanjut Daniel, ada beberapa tips aman yang harus dijalankan oleh rekan-rekan driver online dalam menjalankan profesinya.

Yang pertama, jika menerima orderan dengan rute jauh, diharapkan agar menscreenshoot akun penumpang serta nomor kontaknya, lalu kirimkan pada pihak keluarga untuk sekadar laporan.

Atau bisa dikirimkan data tersebut pada rekan seprofesi lainnya di masing-masing komunitas serta paguyuban driver online yang diikuti.

Tips kedua, pastikan bahwa identitas akun itu sama dengan penumpang yang order.

Tips ketiga, jangan lupa mengajak penumpangnya, terlebih jika jumlahnya lebih dari dua orang, untuk foto bersama.

Tips keempat, manfaatkan fasilitas sharelock minimal 8 jam dan kirimkan pada pihak keluarga atau komunitas driver online yang diikuti, untuk bisa dipantau selama perjalanan. Syukur-syukur, dipasangi GPS pada unit kendaraan yang dimiliki.

“Jika tips ini dijalankan oleh rekan-rekan driver online, insya Allah akan lebih meminimalisir resiko kejahatan yang sudah direncanakan oleh oknum penumpang,” papar Daniel.

Sementara itu, Rahmatullah Riyadi, Sekretaris PDOI Jawa Timur berharap agar pihak aplikator transportasi online semakin meningkatkan keamanannya, terutama verifikasi identitas penumpang. Misal, KTP atau SIM serta foto profil penumpang.

“Tahap ini masih belum dilakukan oleh pihak aplikator, baik itu Grab, Gojek, maupun lainnya,” kata Rahmat.

Ditambahkannya, meski saat ini, sudah ada fasilitas panic bottom (tombol darurat) di dalam aplikasi, namun hal ini masih belum menjamin sepenuhnya keselamatan mitra driver online.

Hal senada juga ditegaskan oleh Herry Wahyu Nugroho, Ketua PDOI Jawa Timur. Dia berharap agar pihak aplikator mau lebih lagi meningkatkan keamanan serta keselamatan mitranya, termasuk penumpang.

“Intensitas pertemuan kopi darat (kopdar) antara pihak aplikator dengan mitra driver online bisa lebih ditingkatkan lagi. Termasuk edukasi untuk keselamatan serta keamanan selama menjalankan profesi,” harap Herry.

Untuk diketahui, Rusdianto adalah driver online (R4). Senin (21/10), almarhum mendapatkan orderan mengantarkan penumpang ke arah Pasuruan sekitar pukul 14.00 WIB.

Informasi kepastian orderan itu sendiri masih simpang siur. Apakah menjalankan orderan tersebut secara online atau offline?

Sore harinya, sekitar pukul 17.15 WIB, pihak keluarga dan rekan-rekan korban kehilangan kontak. Lalu, pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut pada pihak kepolisian pada Selasa (22/10).

Dan kondisi terakhir, Rusdianto ditemukan meninggal dunia dan jenazahnya ditemukan di tol Pandaan-Malang KM 72.200, Rabu (23/10) dengan kondisi mengenaskan. [man/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar