Peristiwa

Drainase di Jalan Benpas Penuh Sampah, DLH Kuwalahan

Mojokerto (beritajatim.com) РDrainase (saluran air) di sepanjang Jalan Benteng Pancasila (Benpas), Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto penuh tumpukan sampah. Ini lantaran sepanjang jalan tersebut merupakan pusat kuliner pinggir jalan dan dijadikan Car Free Day (CFD) setiap Minggu.

Tak hanya itu, di sepanjang jalan tersebut juga terdapat banyak pedagang kaki lima yang menjajakan jajanan, seperti pentol bakar. Tumpukan sampah juga disebabkan dari para penjual tersebut. Terbukti dengan banyaknya tusuk pentol.

Hadirnya para pedagang bukan hanya saat CFD digelar, namun mereka ada setiap hari di sepanjang jalan Benpas. Terdapat puluhan pedagang pentol bakar dan telur gulung. Mereka berjajar di sepanjang dua jalur tersebut. Tumpukan sampah di dua aliran drainase tersebut menimbulkan bau menyengat saat pengendara lewat.

Salah seorang warga asal Kranggan, Ahmad Khadafi mengatakan, kesadaran warga Kota Mojokerto terkait sampah masih rendah. “Ditambah kesadaran setiap pedagang yang mendirikan lapak di sepanjang Jalan Benpas juga kurang,” ungkapnya, Senin (29/7/2019).

Keduanya tidak bisa menjaga keberhasilan lingkungan sehingga menyebabkan tumpukan sampah di drainase. Imbasnya, lanjut Khadafi, tumpukan sampah menyumbat aliran drainase. Menurutnya, sudah ada petugas kebersihan saat selesai CFD.

“Setiap selesai acara CFD, selalu dibersihkan oleh petugas terkait, drinase juga dibersihkan. Namun DLH harus lebih serius dalam menanggulangi sampah di Kota Mojokerto. Sehingga tidak sampai menimbulkan dampak negatif,” katanya.

Utamanya terhadap kesehatan, kebersihan, lingkungan atau perwajahan kota. Khadafi menambahkan, jika lingkungan kumuh maka akan menjadi sumber penyakit. Bau sampah juga menyengat menyebabkan pengendara harus tutup hidung, padahal Jalan Benpas merupakan pusat kota.

“Ini kan pusat keramaian, harusnya jadi perhatian serius. Dampak kesehatan dan lingkungan tentu sangat dirasakan masyarakat secara langsung. Kebiasaan buruk dalam membuang sampah tidak pada tempatnya tidak boleh dibiarkan. Jika dibiarkan bisa menjadi kumuh dan penyebab banjir,” ujarnya.

Khadafi menambahkan, rata-rata tumpukan sampah di drainase Jalan Benpas tersebut didominasi sampah plastik, botol dan tusuk pentol. Menurutnya, sampah-sampah yang menyangkut dan menyumbat di drainase Jalan Benpas tersebut terlihat setiap minggu.

“DLH harus segera mengambil langkah serius dalam menanggulangi sampah yang tersebar di beberapa titik Kota Mojokerto. Tidak hanya di Benpas, beberapa drainase lainnya juga ada tumpukan sampah. Ini belum nanti kalau musim hujan, bisa menjadi penyebab banjir,” urainya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto, Ikromul Yasak mengaku kewalahan mengatasi sampah di Kota Mojokerto. “Sudah berulang kali dilakukan pembersihan dan pengangkutan sampah yang menyumbat drainase di pusat perkotaan, termasuk di Jalan Benpas,” tuturnya.

Yasak menambahkan, DLH baru saja membersihkan tumpukan sampah di Jalan Benpas dan mendapatkan sampah sebanyak satu mobil pikap. Meski baru dibersihkan, namun tumpukan sampah sudah kembali menumpuk. [tin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar