Peristiwa

DPU-TR Gresik Segera Perbaiki Jembatan di Benjeng

Jembatan yang menghubungkan Desa Sirnoboyo ke Desa Munggugebang, Kecamatan Benjeng, Gresik putus usai diterjang arus deras.

Gresik (beritajatim.com) – Jembatan antar desa yang putus akibat diterjang arus anak sungai Kali Lamong segera diperbaiki. Jembatan yang menghubungkan Desa Sirnoboyo ke Desa Munggugebang, Kecamatan Benjeng tidak bisa dilalui karena putus sepanjang 20 meter.

Dengan kejadian tersebut kini aktivitas warga setempat sedikit terganggu. Terutama aktivitas para petani yang kerap melintasi jembatan selebar 4 meter tersebut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU-TR) Gunawan Setijadi menyatakan pihaknya sudah menerima laporan dari desa setempat terkait kondisi jembatan tersebut. Tim DPU-TR pun sudah turun ke lokasi untuk menganalisa tindakan selanjutnya.

“Kita akan buat jembatan darurat. Nanti untuk tampak bawah dari bronjong batu kemudian diuruk, atasnya dikasih lapisan sementara,” ujarnya, Rabu (17/02/2021).

Kendati demikian, pihaknya belum bisa memastikan, kapan rencana pembangunan jembatan darurat itu akan dilaksanakan. Yang jelas, menunggu tim yang diterjunkan ke lapangan kembali dari Desa Sirnoboyo, Kecamatan Benjeng. “Tim kami masih meninjau laporannya baru kemarin,” papar Gunawan.

Nantinya kata Gunawan, penanganan jembatan tersebut tidak bisa menggunakan dana APBD. Sebab, anggaran sudah digedok. Namun, pihaknya tetap memiliki solusi. Yakni menggunakan dana kedaruratan.

Sementara Kepala Desa (Kades) Sirnoboyo Sumiyati mengatakan, jembatan tidak bisa di lintasi dan kebanyakan yang melintas di jembatan tersebut warga Dusun Munggusoyi, Desa Munggugebang, Kecamatan Benjeng.

“Jembatan ambrol tergerus luapan banjir anak sungai Kali lamong. Saat kejadian, arusnya sangat deras sekali,” katanya.

Secara terpisah, Kepala Desa Munggugebang, Warianto menambahkan, warga desanya terpaksa memutar akibat jembatan di wilayah Desa Sirnoboyo itu ambrol dan tidak bisa dilalui sama sekali.

“Warga kami terpaksa mencari jembatan alternatif lain sejauh 3 kilometer. “Sekarang warga lewat Bareng bisa serta melalui Karangan kidul juga bisa,” tandasnya. [dny/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar