Peristiwa

DPRD Minta Dinas Pendidikan Kota Malang Tanggung Biaya Korban Bullying

Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, Ahmad Wanedi.

Malang (beritajatim.com) – Komisi D DPRD Kota Malang memanggil Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang Zubaidah, Rabu (12/2/2020) di gedung Dewan. Mereka meminta Zubaidah menjelaskan secara detail kronologis yang sebenarnya dalam kasus bullying.

Seperti diketahui, MS (13) siswa SMPN 16 Kota Malang menjadi korban kekerasan oleh ketujuh siswa sekolahnya. Akibat kekerasan ini jari tengah tangan sebelah kanan MS harus diamputasi. Polisi pun telah menetapkan dua tersangka dalam kasus ini.

“Sebelumnya ada miss informasi antara sekolah dengan dinas, jadinya simpang siur. Hari ini diperjelas apa yang terjadi. Kami sudah minta kepala dinas bercerita dari awal hingga akhir. Saya minta pada dinas agar kejadian ini adalah yang terakhir. Komisi dan instansi lainnya juga akan ikut mengawal,” ujar Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, Ahmad Wanedi.

Sebelumnya, pihak sekolah dan Dinas Pendidikan menganggap kejadian ini hanyalah sebagai sebuah gurauan antar teman sekolah. Belakangan setelah disidik oleh polisi terbukti bahwa MS menjadi korban kekerasan yang dilakukan di muka umum.

DPRD pun meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang untuk menjamin biaya pengobatan MS selama dirawat di rumah sakit. Selain itu, Dinas terkait diminta melakukan pendampingan kepada korban maupun pelaku terutama untuk pendidikannya.

“Sudah dipastikan semua biaya pengobatan MS ditanggung dindik. Juga diperhatikan sekolah MS ke depan seperti apa, yang penting dia nyaman dan segera pulih kondisi psikologisnya. Untuk para pelaku sudah jadi domain penegak hukum. Tetapi l korban maupun pelaku harus dapat perhatian, karena mereka semua punya masa depan,” tandasnya. (luc/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar