Peristiwa

Kasus Bullying Tidak Terulang

DPRD Minta Dinas Pendidikan Kota Malang Intropeksi

Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, Ahmad Wanedi.

Malang(beritajatim.com) – DPRD Kota Malang meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk intropeksi dengan beberapa kejadian kekerasan yang ada di dunia pendidikan. Terakhir adalah kasus MS (13) siswa SMPN 16 Kota Malang yang menjadi korban perundungan oleh tujuh rekan sekolahnya.

Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, Ahmad Wanedi mengatakan bahwa kasus kekerasan yang kerap terjadi di lingkungan sekolah merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, yang harus ditekankan pada sekolah adalah pendidikan karakter dan memperketat pengawasan. Agar para siswa tidak melakukan perbuatan perundungan.

“Sehingga ini akan menjadi koreksi bagi kita semua. Untuk anak yang berpotensi nakal jangan di keluarkan tapi di kanalisasi, perlu perhatian khusus gurunya. Tentu ini juga perlu pendidikan karakter untuk ditanamkan ke anak-anak. Setiap orang tentu punya prestasi dan cara yang berbeda-beda,” kata Wanedi, Jumat, (7/2/2020).

Wanedi mengatakan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang bakal dipanggil oleh DPRD Kota Malang. Dia dipangil untuk menjelaskan kronologis awal. Terkait tuntutan Kepala Dindikbud Zubaidah untuk mundur, DPRD menyerahkan kepada Wali Kota Malang.

“Saya tidak dalam tanda petik bahwa yang bersangkutan mundur atau tidak saya ingin menggali bahwa kasus ini harus dituntaskan bahwa ini jangan sampai terulang di kemudian hari. Kalau perihal mundur itu adalah urusan beliau dengan wali kota yang memberikan tugas. Komisi D hanya fokus menangani masalah ini tidak fokus kepada figurnya. Dan dikemudian hari tidak terjadi lagi,” papar Wanedi.

Politisi PDI-Perjuangan itu meminta Kepala Dindikbud Kota Malang untuk tegas dan tidak main-main dengan kasus bullying di dunia pendidikan. Wanedi pun menyerahkan dugaan kekerasan ini kepada Polresta Malang Kota.

“Dunia Pendidikan di Kota Malang ini harus bebas dari kasus perundungan yang kebablasan. Tapi kami tidak ingin mendahului karena ini sudah menjadi ranahnya pihak yang berwajib kami serahkan prosesnya kesana,” tandasnya. (luc/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar