Peristiwa

DPRD Jember Tak Punya Dana, Tim Advokat Bekerja ‘Romantis’

Jember (beritajatim.com) – DPRD Jember, Jawa Timur, tak punya dana untuk menyewa pengacara dalam menghadapi gugatan hukum warga negara (citizen law suit) terhadap penggunaan hak angket.

Ketiadaan dana ini dinyatakan Ketua DPRD Jember Itqon Syauqi dalam pertemuan dengan sejumlah pengacara di gedung parlemen, Selasa (10/3/2020).

“Dengan berat hati harus saya sampaikan. Idealnya anggaran bantuan hukum memang ada. Tapi setelah saya cek di Sekretariat Dewan ini di-stabilo merah semua kode rekeningnya,” katanya.

“Konsekuensinya: sekretariat bisa memberi SK (Surat Keputusan), cuma kalau pencairan honor tidak mungkin keluar. Oleh karena itu saya terus terang saja. Kenapa harus malu? Intinya tidak ada anggaran untuk itu,” tambah Itqon.

Didik Muzani, salah satu pengacara yang hadir dalam pertemuan itu mengatakan, pihaknya ingin berkontribusi agar Jember lebih baik ke depan. “Kami bersama sejawat advokat tidak akan minta anggaran dalam bentuk dan cara apapun juga. Dasarnya adalah kami mengetahui dan mengikuti bagaimana carut-marutnya proses penganggaran,” katanya.

Didik hanya minta agar salah satu ruangan di DPRD Jember bisa dipakai sewaktu-waktu untuk rapat koordinasi para advokat yang tergabung dalam Tim Bersahabat (Jember Sejahtera dab Bermartabat). “Dan agendanya ‘romantis’ (rokok makan gratis),” katanya.

Itqon bersyukur dengan itikad baik para advokat. “Alhamdulillah, semangat kita adalah semangat jihad fi sabilillah demi kebaikan Jember ke depan. Kita berjihad untuk kemaslahatan 2,6 juta warga Jember. Saya kira ini pasti oleh Allah SWT dikasih honor di surga,” katanya.

Akhirnya disepakati tim advokat Bersahabat yang beranggotakan 30 pengacara dibentuk dan mendapat kuasa hukum dari DPRD Jember. Jumlah advokat ini bisa bertambah. Ketua Tim Advokat Achmad Cholily mengingatkan kepada para sejawatnya agar bekerja profesional walau bekerja tanpa dibayar.

“Setelah ini disepakati, saya mohon kepada teman sejawat agar jangan pernah terlontar kata-kata ‘wong gak bayar saja’, walau itu guyon. Jangan sampai, karena itu sangat menyakitkan. Itu yang saya minta. Harus ada komitmen. Begitu ada yang melontarkan kata-kata seperti itu, mohon dikeluarkan dari tim ini,” kata Cholily.

Sidang gugatan akan digelar pada Senin (16/3/2020) besok. Penggugat adalah Slamet Mintoyo, warga Kecamatan Ledokombo yang didampingi dua pengacara, M. Husni Thamrin dan Heru Nugroho. [wir/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar