Iklan Banner Sukun
Peristiwa

DPR RI Anggap Sistem Peringatan Dini di Kawasan Rawan Bencana Masih Kurang

Wakil Ketua DPR RI Bidang Kesejahteraan Rakyat Muhaimin Iskandar, di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang.

Malang (beritajatim.com) – Wakil Ketua DPR RI Bidang Kesejahteraan Rakyat Muhaimin Iskandar menilai sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) khususnya di daerah rawan bencana masih kurang. Contohnya, kasus erupsi Gunung Semeru pada, Sabtu (4/12/2021) lalu.

Apalagi dampak dari erupsi Gunung Semeru membuat 3 ribuan lebih masyarakat harus mengungsi dan 34 dinyatakan meninggal dunia. Menurut Muhaimin, lemahnya sistem peringatan dini itu disebabkan minimnya maintenance (perbaikan alat) dan adaptasi teknologi baru.

“Harus dicek lagi soal sistem peringatan dini. Alat-alatnya ada, anggarannya juga ada. Tetapi mungkin maintanance dan adaptasi tekonologi baru yang belum maksimal. Termasuk kasus di Semeru, saya yakin maintanance dan teknologi terbaru belum diambil,” kata Muhaimin di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Rabu (8/12/2021).

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa ini mendorong alokasi anggaran pada tahun 2022 mendatang dikonsentrasikan bagi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan BMKG untuk bisa membeli teknologi terbaru sistem peringatan dini. “Tentunya nanti butuh anggaran yang cukup besar untuk BMKG dan BNPB,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengatakan, negara secepatnya mencarikan lahan bagi warga Lumajang, Jawa Timur, yang rumahnya hancur setelah diterjang erupsi Semeru.

“Soal relokasi warga, masyarakat yang hari ini terdampak apalagi betul-betul parah rumahnya hancur, rumahnya sudah tertimbun, rumahnya juga tidak layak dihuni lagi dan ditempati, akan dilakukan relokasi,” tandas Bupati Lumajang. (luc/kun)

 


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Monstera Cafe, Tempat Kopi Hits di Puncak Kota Batu

APVI Tanggapi Soal Kenaikan Cukai Rokok Elektrik

Anoa Dataran Rendah Koleksi KBS Mati