Peristiwa

Dokter Pendamping Haji Wajib Pelihara Anak Bebek, Buat Apa?

Seorang dokter pendamping kesehatan haji Embarkasi Surabaya menunjukkan itik atau anak bebek di UPT Pelatihan Kesehatan Masyarakat, Murnajati, Malang, Rabu (19/2/2020). (manik priyo prabowo)

Surabaya (beritajatim.com) – Setidaknya ada 100 dokter dan 200 perawat lebih harus merawat seekor itik atau anak bebek di pelatihan Calon Pelayan Tamu Allah Jamaah Haji Indonesia di kantor UPT Pelatihan Kesehatan Masyarakat Murnajati, Malang, Rabu (19/2/2020). Para dokter dan perawat kesehatan ini harus merawat itik lantaran sedang menjalani pelatihan pelayanan kesehatan buat calon haji tahun 2020 ini.

Pada pelaksanaanya, mereka harus merawat itik selama lima hari dari total 10 hari pelatihan di UPT Kesehatan Murnajati ini.

“Kalau merawat itik saja gak bisa bagaimana merawat calon haji yang berbagai macam umur dan penyakit yang dideritanya. Maka pelatihan khusus ini kita harapkan bisa mendongkrak kemampuan medis, kesabaran dan strategi khusus untuk melayani para calon haji,” jelas dr Eka Jusup Singka, Kepala Pusat Kesehatan Haji Indonesia kepada beritajatim.com.

Lebih lanjut Eka menjelaskan, selain memberikan pelatihan khusus yang berbeda-beda dari tahun sebelumnya. Puskes Haji Indonesia juga menegaskan bahwa semua pendamping kesehatan harus bertransformasi melayani. Sebab, calon hajilah yang beribadah ke ‘Tanah Suci’ bukanlah petugas pendamping kesehatan. Maka dari itu, istilah ‘aji mumpung’ harus dihilangkan.

“Kami pastikan jika memang para pendamping haji masih bersikukuh hendak beribadah silakan mengundurkan diri. Pelayanan haji ini tugas negara dan pengabdian. Sehingga profesionalitas tenaga kesehatan haji ini hanya untuk melayani calon haji dan haji saat pulang saja. Kalau ada kesempatan beribadah, ya bersyukurlah karena itu baru panggilan beribadah,” tandas dr Eka.

Sementara itu bagi peserta pelatihan, merawat itik ini awalnya mereka akui membingungkan. Sebab, selama ini mereka mengaku tak pernah merawat hewan peliharaan apalagi seperti itik ini. Meski demikian, mereka mengaku siap dan akan merawat itik yang berumuran sepekan ini.

“Awalnya saya bingung juga, makan apakah anak bebek ini. Ya saya masih berusaha sebisa saya merawat itik ini selama lima hari ke depan,” ucap Erian. [man/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar