Peristiwa

Dokter Niko Kaget, Ingat Adik Kandungnya Kerja di Sriwijaya Air

FO (First Officer) alias Co-pilot Fadly Satrianto.(dok)

Sampang (beritajatim.com) – Kabar duka jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 bernomor registrasi PK CLC jenis Boeing 737-500 tujuan Jakarta-Pontianak dirasakan juga oleh Plt Direktur RSD Ketapang, Kabupaten Sampang, dr Juan Setiadi Zenniko. Salah satu penumpang adalah adik dari dokter yang akrab disapa Niko tersebut.

Dokter Niko mengaku sedih pasca menerima kabar Sriwijaya Air jatuh. Dirinya mendengar informasi insiden tersebut sekitar pukul 17.30 WIB dan menanyakan keberadaan adiknya Fadly Satrianto kepada beberapa orang. Itu karena adiknya bekerja di Sriwijaya Air.

“Saya menanyakan posisi adik kandung saya posisinya di mana? Flight ke mana? Lalu, orang tua saya menjawab bahwa Fadly Satrianto flight ke Pontianak,” katanya, Minggu (10/1/2021).

Tak sampai di situ, dr Niko juga berusaha menghubungi Fadly Satrianto saat kabar jatuhnya Sriwijaya Air viral di media sosial. “Saya syok nama Fadly Satrianto di manifes Sriwijaya Air, usia adik saya 28 tahun, mohon doa semua rekan,” ujarnya.

Sekadar diketahui, Pesawat Sriwijaya Air tujuan Jakarta-Pontianak yang hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang disebutkan Bupati Kepulauan Seribu Junaedi jatuh di perairan sekitar Pulau Laki, Kelurahan Pulau Tidung, Kepulauan Seribu Selatan.

Sebelumnya, Manajer Humas Air Nav Indonesia Yohannes Sirait kepada awak media juga membenarkan jika ada pesawat Sriwijaya yang hilang kontak. [sar/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar