Peristiwa

Dokter dan Bidan Aktor Video Porno di Jember Terancam Dipecat dari ASN

Jember (beritajatim.com) – ┬áDokter laki-laki dan bidan perempuan terduga aktor dalam video porno yang viral di masyarakat terancam mengakhiri karir sebagai aparatur sipil negara (ASN), jika terbukti dalam pemeriksaan oleh Dinas Kesehatan dan Inspektorat Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Inspektur Kabupaten Jember Joko Santoso mengatakan, dua orang tersebut bisa dijatuhi sanksi berat jika terbukti. “Banyak yang dilanggar. Nanti kami akan lihat dulu,” katanya, Kamis (12/11/2020).

Ada tiga jenis sanksi berat. Paling ringan adalah penurunan pangkat satu tingkat selama tiga tahun. Sanksi lainnya adalah pembebastugasan dan pemberhentian dari status pegawai negeri sipil. “Berhenti ada dua: diberhentikan dengan hormat atau diberhentikan dengan tidak hormat. Dilihat kadar kesalahannya kalau terbukti,” kata Joko.

Ada tiga video porno yang beredar, masing-masing berdurasi 21 detik, 35 detik, dan 48 detik. Video berdurasi 21 detik dan 48 detik menayangkan adegan suami-istri antara dokter dan bidan. Namun hanya wajah sang bidan yang terlihat. Sementara untuk video berdurasi 35 detik, hanya adegan sang bidan yang mengenakan kembali celananya. Video itu tersebar di dunia maya sejak beberapa hari belakangan.

Dinas Kesehatan Jember melakukan pemeriksaan hari ini. Selama proses pemeriksaan, oknum dokter sudah ditarik dari tempat tugas ke kantor dinas. Sementara untuk oknum bidan dipekerjakan di salah satu puskesmas di luar Kecamatan Tempurejo. “Ini untuk mempermudah pemeriksaan,” kata Joko. [wir/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar