Peristiwa

Doa Bersama Untuk Siswa Korban Bullying di Kota Malang

Belasan warga lakukan doa bersama untuk siswa korban bullying di Kota Malang.

Malang (beritajatim.com) – Belasan warga Kota Malang melakukan doa bersama untuk MS (13) siswa SMPN 16 Kota Malang yang menjadi korban perundungan atau bullying oleh tujuh rekan siswanya. Doa bersama ini dilakukan di depan Rumah Sakit Lavalette, Kota Malang jelang MS di amputasi jari tengah pada tangan sebelah kanan.

Salah satu warga yang turut serta dalam doa bersama, Sri Wahyuningsih mengatakan, kegiatan dilakukan untuk memberikan dukungan moril kepada MS. Warga meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada para siswa yang ada di lingkungan sekolah.

“Kita lakukan doa bersama, karena ini kejadian tidak saat ini saja di Kota Malang. Sekolah harus menjadi tempat yang nyaman dan aman bagi siswa. Kita melihat dampak yang dilakukan anak-anak, awalnya disebut guyon (bercanda). Tetapi kalau menjadikan seseorang sebagai korban hingga diamputasi tangannya itu sudah melampaui batas,” papar Sri, Selasa (4/2/2020).

Menurut warga keprofesionalitasan para tenaga pendidik wajib dipertanyakan. Apalagi tindakan kekerasan yang dilakukan oleh tujuh siswa kepada MS masuk ranah pidana. Warga pun meminta Pemkot Malang untuk memberikan pendampingan psikologi kepada korban maupun pelaku karena masih sama-sama di bawah umur.

“Bagaimana profesionalisme dari orang-orang yang berkecimpung di bidang pendidikan itu dipertanyakan oleh masyarakat sendiri. Kalau lagi-lagi ada kasus serupa ini kan mengkhawatirkan, semoga ini menjadi kasus yang terakhir,” tandasnya. [luc/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar