Peristiwa

DKPP Kota Kediri Sidak Hewan Kurban, Ini Hasilnya

Kediri (beritajatim.com) – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Kediri mengadakan sidak ke sejumlah pusat penjualan hewan kurban. Sasaran sidak pertama di Kecamatan Mojoroto Kota Kediri Jawa Timur.

Dalam sidak tersebut, tim langsung melakukan pemeriksaan sejumlah hewan kurban. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi performance hewan kurban dan kondisi kesehatanya antara lain, mulut, gigi, alat kelamin, mata, hidung dan perut.

Di pusat penjualan hewan kurban milik Mukson di Jalan Penanggungan, tim tidak menemukan satu ekor pun kambing yang terserang penyakit. Selepas dari sana, petugas bergeser ke pedagang hewan kurban jenis sapi di Kelurahan Campurrejo.

Disini petugas menemukan dua ekor sapi, yang tidak memenuhi kriteria untuk disembelih sebagai hewan kurban. Sebabnya, hewan tersebut belum poel (belum cukup umur yang ditandai belum patahnya gigi).

Setelah dicek dan ditanyakan langsung kepada pemiliknya, diketahui ternyata dua ekor sapi yang dimaksud memang tidak untuk dijual kepada konsumen.

“Hari ini kita melihat banyak sapi yang kondisinya sudah normal, sepertinya tidak ditemukan penyakit. Kemudian tadi saya lihat dua kalau nggak salah, itu belum poel dan memang kelihatan tidak dijual sebagai hewan kurban tetapi untuk latihan biasanya di sekolah,” terang drh Hewan Pujiono selaku Kasi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (keswan Kesmavet) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Kediri.

Di lokasi yang sama, petugas juga menemukan satu ekor sapi yang mengalami luka dibagian kulit luar mata luar mata. Namun hal ini, kata dokter hewan Pujiono hanya tergolong luka kulit biasa dan bisa diobati bukan termasuk penyakit mata.

“Tidak apa apa, karena bukan termasuk penyakit mata. Tadi hanya dikulitnya itu bisa diobati, biasanya di olesi,” dokter hewan ini.

Setelah pemeriksaan selesai, tim kemudian mengeluarkan surat rekomendasi yang ditempelkan di lapak pedagang hewan kurban bertuliskan, hewan hewan ini telah diperiksa dan layak untuk dijual sebagai hewan kurban.

Dokter hewan Pujiono juga memberikan himbauan kepada konsumen agar lebih teliti dalam membeli hewan kurban. Menurutnya yang perlu diperhatikan dalam membeli hewan kurban adalah kriteria umur, bentuk fisik posturnya termasuk kesehatanya.

Sidak pedagang hewan kurban ini bertujuan sebagai upaya antisipasi peredaran hewan kurban berpenyakit, menjelang Perayaan Hari Raya Idul Adha tangal 11 Agustust 2019 mendatang. [nng/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar