Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Diwarnai Pemadaman Lampu Jalan, Buruh Gagal Temui Khofifah

Surabaya (beritajatim.com) – Massa yang berasal dari berbagai serikat buruh di Jawa Timur, gagal menemui Gubernur Khofifah Indar Parawansa dalam aksi yang berlangsung di depan Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Selasa (01/03/2022) malam. Aksi yang diikuti ribuan buruh tersebut sempat diwarnai pemadaman lampu jalan.

Pantauan beritajatim, buruh sempat tertahan di Jalan Basuki Rahmat, namun tak berselang lama mereka berhasil menyuarakan aspirasi di depan gedung negara Grahadi. Selain itu, massa sempat menyanyikan lagu Indonesia Pusaka dan Halo-Halo Bandung secara bersamaan dengan penerangan lampu flash handphone karena lampu jalan mati total.

Ketua Gesper Jawa Timur, Ahmad Fauzi menjelaskan di depan sekitar 3.750 buruh yang hadir bahwa dalam aksi kali ini mereka membawa tiga tuntutan untuk segera didengar oleh Khofifah.


“Terkait UMK dan UMKS, saya sampaikan mohon ibu gubernur bukan 5 daerah saja yang naik. Tetapi merata 38 kabupaten kota juga dinaikan. Terkait Jaminan Hari Tua (JHT), pemerintah sudah kehilangan pekerjaan. Jelas-jelas JHT adalah uang pribadi kami, kenapa 50 tahun baru bisa diambil. Mana program pemerintah yang mensejahterakan rakyat,” ujar Fauzi dengan pengeras suara yang dibawa mobil komando.

Sementara itu, pihak Provinsi Jawa Timur diwakilkan oleh Wahid Wahyudi selaku Sekda Prov Jawa Timur. Dari mobil komando, Wahid menjelaskan akan mengatur pertemuan perwakilan buruh dengan Gubernur Khofifah pada hari Rabu (2/03/2022) besok.

“Kami akan minta waktu kepada ibu gubernur untuk menemui perwakilan buruh. Bapak Fauzi akan berhubungan dengan ibu Khofifah besok Rabu. Untuk jam dan tempat akan ditentukan kemudian,” ujar Wahid, sambil diiringi teriakan kecewa dari massa aksi.

Sementara itu, Koordinator Aksi, Jazuli menyampaikan agar para buruh bersabar dan memberikan waktu kepada pihak pejabat Provinsi Jawa Timur. Tetapi, ia memastikan jika pada besok Rabu Khofifah ingkar janji, ia memastikan buruh akan berjihad hingga tuntutannya dikabulkan.

Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Achmad Yusep Gunawan mengatakan dirinya meminta maaf kepada masyarakat Surabaya karena terjadi keterlambatan dalam pembubaran massa aksi. Ditanya terkait matinya lampu di depan Grahadi, Yusep mengatakan dirinya tidak monitor.

“Kami sampaikan maaf kepada masyarakat Surabaya karena sempat terjadi keterlambatan. Ke depan kami olah lebih cepat dan tepat agar tidak mengganggu warga kota Surabaya,” pungkas Yusep.

Aksi tersebut akhirnya bubar usai para perwakilan aksi menginstruksikan agar massa segera pulang sembari menunggu janji Khofifah. Pantauan beritajatim, pada pukul 19.50 WIB jalan Gubernur Suryo sudah bisa digunakan normal. (ang/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Shin Tae Yong Puji Rumput Lapangan Thor Surabaya

Menjajal Mobil Listrik Wuling Air ev