Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Ditutup 5 Bulan, Pemkab Malang Segera Buka Lagi Pasar Hewan

Malang (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang segera melakukan uji coba pembukaan kembali pasar hewan. Kebijakan ini ditempuh setelah lima bulan lamanya pasar hewan ditutup untuk mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Rencana uji coba pembukaan pasar hewan tersebut diatur dalam Surat Edaran (SE) Bupati Malang nomor:524/8337/35.07.201/2022 tentang ujicoba pembukaan pasar hewan. Dalam SE tersebut, ada sebanyak 16 pasar hewan yang ada di 15 kecamatan bakal diujicoba untuk dibuka kembali.

Dari 16 pasar hewan tersebut, tiga di antaranya pasar sapi. Yakni Pasar Hewan Gondanglegi, Singosari dan Pasar Hewan Pujon.

Sedangkan 13 sisanya pasar kambing yang tersebar di Kepanjen, Dampit, Sumberpucung, Donomulyo, Pagak, Wajak, Sumbermanjing Kulon, Sumbermanjing Wetan, Pakis, Tumpang, Karangploso, Jabung dan Ngantang.

Dalam satu pasar hewan hanya boleh memperdagangan satu jenis hewan ternak. Artinya, antara sapi baik potong atau perah harus terpisah dengan penjualan kambing maupun domba.

Sedangkan hal lain yang juga diatur adalah, ternak yang boleh dibawa ke pasar hewan adalah yang sudah mendapatkan vaksin. Hal tersebut nanti akan dilihat melalui ear tag yang dipasang di setiap ternak saat setelah divaksin.

Tentu ternaknya juga harus dalam kondisi sehat dan tidak menunjukkan gejala PMK. Selain itu, dalam uji coba tersebut, pembukaan pasar hewan hanya dilakukan satu kali dalam seminggu disesuaikan dengan hari pasaran (tanggalan jawa) yang ditentukan.

Sementara jam operasional dibatasi selama kurang lebih 6 jam. Yakni sejak pukul 06.00 hingga 12.00 WIB.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Malang, Eko Wahyu Widodo mengatakan, sejak hari ini Jumat (23/9/2022), SE tersebut telah disosialisasikan ke Satgas Penanganan PMK di setiap kecamatan.

“Tadi sosialisasi ke semua Satgas PMK dan 16 camat serta UPT (Unit Pelaksana Teknis) pasar,” ujar Eko, Jumat (23/9/2022).

Ujicoba tersebut akan berlaku sejak tanggal ditetapkan hingga 30 hari kedepan. Jika selama masa ujicoba ternyata didapati kasus PMK kembali meningkat, atau ada pelanggaran terhadap ketentuan yang disepakati, maka akan dilakukan peninjauan untuk penutupan kembali.

Sebagai informasi, sejak ditemukannya kasus PMK pada ternak di Kabupaten Malang pada Mei 2022 lalu, tercatat ada sebanyak 19 ribu lebih ternak terpapar PMK. Dari jumlah kasus tersebut, DPKH Kabupaten Malang mengklaim bahwa tingkat kesembuhannya mencapai lebih dari 85 persen. [yog/beq]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Shin Tae Yong Puji Rumput Lapangan Thor Surabaya

Menjajal Mobil Listrik Wuling Air ev