Peristiwa

Diterjang Angin Kencang, Gedung MI Nurul Islam Rata dengan Tanah

Sumenep (beritajatim.com) – Gedung Madrasah Ibtidaiyah (MI) Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Islam, di Pulau Sepangkur Besar, Desa Sabuntan, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, rata dengan tanah akibat diterjang angin kencang disertai hujan deras.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah itu, karena ambruknya bangunan terjadi saat ruang kelas kosong.

“Dari empat ruang yang ada, dua ruang kelas kami rata dengan tanah,” kata pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam, KH. Tohayan Nur Masyhuri, Selasa (22/019/2019).

Ia menjelaskan, selain dua ruang kelas rata dengan tanah, ruangan lain atap dan gentingnya hancur. Meja belajar siswa dan peralatan lainnya juga rusak tertimpa reruntuhan bangunan.

“Tapi kami masih bersyukur, Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, karena ruangan sedang kosong,” ujarnya.

Ruang kelas ambruk disapu angin

Sementara Kepala MI Nurul Islam, Syafrawi Salim mengaku telah berkoordinasi dengan Pengawas Pendidikan Agama Islam (PPAI) setempat. Untuk kegiatan belajar mengajar, sementara akan dipindah ke tempat lain.

“Kami juga sampaikan ke BPBD Sumenep, terkait musibah ini. Kerugian yang kami derita dalam peristiwa ini diperkirakan lebih dari Rp 200 juta,” ucapnya. (tem/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar