Peristiwa

Ditemukan Kepala Lutung Jawa, Pro Fauna Kecam Pemburu Hewan Dilindungi

Seekor hewan dilindungi jenis Lutung Jawa, ditemukan mati tak wajar di hutan lindung Kecamatan Dau, Kabupaten Malang

Malang (beritajatim.com) – Seekor hewan dilindungi jenis Lutung Jawa, ditemukan mati tak wajar di hutan lindung Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Hewan mamalia itu dibunuh dengan cara dikuliti.

Hewan dilindungi itu hanya menyisahkan kulit dan kepala yang menggantung di pohon di kawasan hutan lindung. Sementara bagian dagingnya tidak tersisa sama sekali atau sengaja dibawa pelaku. Belum diketahui siapa orang yang tega menguliti mamalia langka dan dilindungi itu.

Ketua ProFauna Indonesia, Rosek Nursahid menjelaskan secara kronologis bagaimana relawan ProFauna menemukan monyet tersebut.

Kata Rosek, awalnya tiga hari kemarin relawan menemukan jebakan berupa jerat dari seling. Fungsi dari jebakan itu adalah untuk menangkap hewan yang berada di tanah.

“Kami pun langsung melakukan pengecekan dan menyusuri hutan lindung di sekitar kecamatan Dau selama tiga hari untuk menemukan apakah ada hewan langka yang terjebak,” ungkap Rosek, Selasa (11/8/2020).

Namun, relawan ProFauna marah besar. Mereka tidak menemukan hewan terjebak yang masih hidup. Tapi yang mereka temukan justru monyet sudah dalam kondisi mati. Kepala moyet tertancap dan hanya menyisahkan kulit monyet berbulu  hitam.

“Kami duga ini dibunuh secara dikuliti tidak ada dagingnya sama sekali. Jeroan semua hilang cuma menyisahkan kepala saja. Kami anggap ini sebagai perbuatan biadab dan pelaku ingin menantang penegak hukum,” tegasnya.

10 Agustus 2020 PROFAUNA Indonesia mendapat laporan tentang perburuan dan pembunuhan satwa dilindungi lutung jawa….

Dikirim oleh PROFAUNA Indonesia pada Senin, 10 Agustus 2020

Sebagaimana informasi,  memburu hewan langka akan diancam 5 tahun penjara dan denda Rp 100 juta. Hal itu berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 (UU Konservasi Hayati).

Untuk itu, Rosek telah meminta bantuan Polsek Dau, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur, dan juga Perhutani.

Bantuan tersebut berupa mengerahkan personel dan segera menangkap pelaku biadab yang masih misterius itu

“Kami ingin memberikan efek jera ke pelaku. Kami sudah minta bantuan ke penegak hukum dan semoga segera tertangkap,” pungkasnya. (yog/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar