Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Ditemui Bupati Hendy, Sarbumusi Jember Demo Tolak Upah Murah

Jember (beritajatim.com) – Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) berunjuk rasa menolak upah murah dan menuntut pencabutan surat keputusan gubernur Jawa Timur mengenai upah minimum kabupaten, di Kabupaten Jember, Senin (6/12/2021).

Mereka memprotes Surat Keputusan Gubernur Jawa Timu yang menyebutkan tidak ada kenaikkan upah minimum kabupaten (UMK) pada 2022. UMK Jember sesuai SK itu tetap Rp 2.355.662 per bulan. “Padahal pada 15 November 2021, Dewan Pengupahan Kabupaten Jember sudah mengeluarkan besaran UMK Rp 2,4 juta,” kata Ketua Sarbumusi Jember Umar Faruq. Ini merupakan hasil kompromi dengan buruh yang meminta upah Rp 2.556.128.

Para buruh ditemui Bupati Hendy Siswanto di Pendapa. “Alhamdulillah, bupati bisa menemui kami dan mengeluarkan surat rekomendasi baru bahwasanya UMK akan diusulkan kembali sesuai rekomendasi dari Dewan Pengupahan Kabupaten sebesar Rp 2,4 juta,” kata Umar.

Menurut Umar, ada dua angka yang diusulkan bupati ke gubernur, yakni Rp 2.355.662 dan usulan dari Dewan Pengupahan Kabupaten. “Kami tidak tahu persis sejauh mana bupati merekomendasikan upah tersebut. Tapi biasanya gubernur menetapkan upah sesuai rekomendasi yang diusulkan bupati. Kami tetap berbaik sangka. Ikhtiar kami sudah kami lakukan dengan meminta bupati membuat rekomendasi baru,” katanya. [wir/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar