Peristiwa

Ditangkap Polisi Karena Demo Tolak UU Omnibus Law, 15 Pelajar Di-rapid Test

Kediri (beritajatim.com) – Pelajar yang diamankan aparat keamanan saat ikut aksi demo menolak pengesahan UU Omnibus Law Cipta Kerja di Kediri berjumlah 15 orang. Selain keluar dari KBM sistem daring, diantara mereka ada yang kedapatan membawa minuman keras dan barang berbahaya.

Kapolresta Kediri AKBP Miko Indrayana didampingi Dandim Kediri Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno mengungkapkan pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap para pelajar tersebut.

“Anggota gabungan melakukan pemeriksaan terhadap para pengunjuk rasa dan diketahui ada 15 pengunjuk rasa yang masih berstatus pelajar,” tegas AKBP Miko.

Petugas kepolisian langsung mengamankan para pelajar tersebut dan dibawa ke Mapolresta Kediri. Petugas melakukan pendataan dan melakukan koordinasi dengan pihak dinas pendidikan dan pihak sekolah.

Dari keterangan pihak Dinas Pendidikan, seharusnya para pelajar ini sedang mengikuti pelajaran secara daling. Namun sangat disayangkan para pelajar ini malah ikut bergabung dalam aksi unjuk rasa.

Para pelajar itu, dari SMA, SMK, dan SMP dari Kota Kediri, Kabupaten Kediri, dan Kabupaten Nganjuk. Kapolres menjelaskan, selain menjalani Rapid test, pelajar tersebut juga akan dilakukan pemeriksaan oleh Satreskrim Polresta Kediri.

“Mereka pelajar dari Kota Kediri, Kabupaten Kediri dan Kabupaten Nganjuk. Mereka mengaku ikut aksi ini setelah melihat pengumuman di media sosial,” ungkap AKBP Miko.

Sebelumnya, massa dari Aliansi Afiliasi Sekartaji Kediri melakukan unjuk rasa menolak pengesahan UU Omnibus Law di depan Gedung DPRD Kota Kediri. Dalam aksi tersebut massa kecewa karena tidak ditemui Anggota DPRD. [nm/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar