Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Ditabrak KA Maharani Tanpa Palang Pintu, Lansia Asal Cerme Gresik Tewas

Naas dialami oleh H.Ngahad (76) lansia asal Desa Padeg, Kecamatan Cerme, Gresik. Ngahad tewas di tempat kejadian perkara (TKP) ditabrak kereta api cepat Maharani saat melintas.

Gresik (beritajatim.com)– Naas dialami oleh H.Ngahad (76) lansia asal Desa Padeg, Kecamatan Cerme, Gresik. Ngahad tewas di tempat kejadian perkara (TKP) ditabrak kereta api cepat Maharani saat melintas.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian tersebut bermula saat H.Ngahad (korban) hendak pergi ke tambak. Sewaktu melintas di rel kereta api tanpa palang pintu. Korban yang berusia lanjut tidak mendengar ada kereta cepat mau melintas.

Dalam hitungan detik, tubuh korban disambar kereta api yang berjalan dari arah timur ke arah barat. Tubuh korban sempat terseret lalu tercembur ke dalam tambak.

Mengetahui ada warga tertabrak kereta api. Masinis kereta api Maharani langsung menghubungi Ahmad Faizin selaku security Stasiun Cerme, Gresik. Setelah dicek ada warga yang tercembur tambak dengan kondisi mengenaskan. Kemudian security tersebut menghubungi pihak Kepala Desa (Kades) Padeg. Yakni, Iswoyo.

Kades tersebut menghubungi pihak Polsek Cerme. Anggota polisi yang datang mengevakuasi korban yang tertabrak kereta api.

“Pihak keluarga tidak menginginkan jenazah korban diatopsi di rumah sakit. Keluarga korban sudah ikhlas sambil membuat surat pernyataan, dan jenazahnya sudah dimakamkan,” ujar Kapolsek Cerme AKP Nur Amin, Minggu (18/07/2021).

Perwira pertama Polri ini, juga menghimbau kepada warga agar berhati-hati sewaktu hendak melintas di jalur kereta tanpa palang pintu.

Seperti diketahui, perlintasan kereta api di Desa Padeg Kecamatan Cerme, Gresik tidak ada palang pintu. Padahal, setiap hari jalan desa yang menghubungkan ke Desa Gedang Kulut, digunakan sebagai jalur kendaraan bermotor maupun masyarakat sekitar. (dny/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar